Ada ilmuwan Islam di bulan!

Dunia Sanak
Pilihan oleh Sanak
Ada Ilmuwan Islam di bulan!
Ada Ilmuwan Islam di bulan! © Markus Gann | Dreamstime.com

Berdasarkan sampel batuan disimpulkan bahwa bulan tercipta 4,5 miliar tahun yang lalu. Jika dilihat dengan mata telanjang, permukaan Bulan tampak terang tidak merata, dengan bercak gelap yang menghiasinya.

Bagian gelap ini merupakan cekungan yang disebut juga dengan kawah bulan. Istimewanya, kawah-kawah tersebut diberi nama ilmuwan yang telah berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Tentu saja, ilmuan Islam termasuk di dalamnya.

Penghormatan untuk ilmuan Islam

Pada 1651, Joannes Baptista Riccioli menyusun sebuah karya komprehensif tentang astronomi yang berjudul Almagestum Novum. Profesor astronomi dan filsafat Yesuit di Bologna, Italia  ini membuat peta Bulan yang lengkap.

Beliau menamai kawah bulan dengan nama astronom terkemuka dari Abad Pertengahan. Sepuluh diantaranya adalah nama astronom dan ahli matematika dari peradaban Muslim.

Nama-nama ilmuwan ini akhirnya disepakati pada konferensi Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada tahun 1935. Dari 672 kawah bulan yang ada, 13 di antaranya diberi nama astronom Muslim utama. Setelah itu lebih banyak lagi nama ilmuan muslim yang ditambahkan.

Nama-nama 13 kawah ini meliputi: Messala, Almanon, Alfraganus, Albategnius, Thabit, Azophi, Alhazen, Arzachel, Geber, Nasireddin, Alpetragius, Abulfeda, dan Ulugh Beigh.

Nama-nama di 13 kawah – siapa mereka?

Messala, nama kawah di bagian ketiga belas. Dia adalah seorang Yahudi dari Mesir yang memeluk Islam pada masa Khalifah Abbasiyah Al-Mansur tahun 809. Karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada Abad Pertengahan (abad ke-16)  dua di antaranya yaitu De Scientia Motus Orbis dan De Compositione et utilitate astrolabii.

Almanon. Kawah di bagian kesembilan yang berasal dari nama Khalifah Al-Ma’mun, putra Harun al-Rasyid. Alfraganus adalah kawah di bagian kedua yang berasal dari nama Al-Farghani. Dia adalah salah satu tim peneliti astronomi Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis Buku Ringkasan Astronomi.

Albategnius adalah dataran di bagian pertama yang berasal dari nama Al-Battani yang menentukan banyak pengukuran astronomi dengan sangat akurat. Thabit adalah dataran melingkar yang menonjol di bagian kedelapan yang berasal dari nama Thabit ibn Qurra.

Azophi adalah cincin pegunungan di bagian kesembilan yang berasal dari nama ilmuwan abad kesepuluh, ‘Abd al-Rahman al-Sufi. Alhazen adalah dataran berbentuk cincin di bagian ke-12 berasal dari nama Abu Ali al-Hasan ibn al-Haytham. Beliaulah yang dikenal sebagai Ibn al-Haytham.

Arzachel adalah dataran di bagian kedelapan yang berasal dari nama Al-Zarqali, yang menyiapkan Tabel Toledo. Geber adalah lingkaran pada dataran di bagian kesembilan dinamai Jabir ibn Aflah, seorang Muslim Spanyol yang pertama kali merancang bola langit portabel untuk mengukur koordinat langit, hari ini disebut torquetum.

Nasireddin adalah sebuah kawah dengan diameter 30 mil (48 kilometer) dari nama ilmuan Nasir al-Din al-Tusi, yang menyiapkan Tabel Ilkhanid dan Kitab Bintang Tetap. Alpetragius adalah kawah di bagian kedelapan yang berasal dari nama Nur al-Din ibn Ishaq al-Bitruji.

Abulfeda adalah dataran melingkar di bagian kesembilan yang dinamai menurut nama Abu al-Fida’. Dia adalah ahli geografi, sejarawan, astronom, dan komandan militer.

Ulugh Beigh adalah cincin elips terkemuka di bagian ke-18 yang dinamai Ulugh Beg (1394-1449), pendiri observatorium di Samarkand. Karyanya yang paling terpuji dan abadi adalah katalog bintang baru.

Dalam perkembangan selanjutnya, total ada 24 nama ilmuwan Islam yang diabadikan namanya pada kawah bulan.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.