Adab berjalan dalam Islam

Gaya Kkartika Sustry
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Adab berjalan dalam Islam
Adab berjalan dalam Islam © Lukasz Frackowiak | Dreamstime.com

Seseorang bisa saja menarik perhatian banyak orang ketika ia berjalan, apalagi ia berjalan dengan sendirian dan benar sedang di muka umum. Ditambah lagi ia seorang publik figur yang menjadi panutan sebagian orang.

Maka, adab berjalanpun mesti diperhatikan agar tidak membawa mudharat melainkan memberikan kemaslahatan bagi orang lain.

Adab berjalan dalam Islam

Islam mengajarkan untuk berjalan dengan baik, meski berjalan kaki terlihat ringan tetapi Islam memberikan tata cara yang baik. Berjalan kaki hendaknya dengan tetap baik dan tidak angkuh.

Dalam Quran, surah Luqman ayat 18 yang berbunyi:

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Sikap sesama manusia hendaknya senantiasa kita jaga, bahkan ketika berjalan kaki. Adab berjalan kaki dalam Islam diatur dengan sangat baik yang dicontohkan Rasulullah SAW:

Niat sebelum berjalan

Ketika hendak berjalan maka yang paling penting diperhatikan yaitu luruskan niat agar terhindar dari perbuatan buruk. Berjalan ke masjid diniatkan karena ibadah kepada Allah SWT sehingga yang didapatkan pahala ibadah.

Lalu jika berjalan bekerja maka niatkan untuk mencari rezeki yang baik dan halal. Oleh karena itu ketika berjalan niatkan hal-hal yang baik.

Berjalan dengan tidak memalingkan muka

Berjalan di depan khalayak berjalan dengan tidak memalingkan muka kepada orang lain atau selalu menoleh ke belakang. Hal ini akan membuat orang curiga dan membahayakan diri sendiri.

Berjalan dengan telanjang kaki sesekali

Rasulullah SAW sebagai bentuk syukur kepada Allah Taala, ada kalanya ia berjalan tanpa alas kaki. Hal ini baik juga bagi kesehatan terkhusus yang sedang diderita penyakit jantung. Apalagi jika hanya berjalan di sekitar rumah dan diniatkan untuk menyehatkan tubuh.

Tidak berjalan satu sandal

Adab berjalan yang sudah diatur dalam Islam mengajak kita mengerti bagaimana berjalan yang diajarkan Rasulullah SAW. Ia berjalan dengan sepasang sandal, namun jika sandal hanya ada satu maka ia akan memilih melepaskan sandal tersebut.

Dengan artian bahwa berjalan dengan satu sandal tidaklah baik dan bukan perbuatan yang patut dicontoh.

Tidak berjalan tercela

Hal terpenting bahwa aetelah memperbaiki niat seseorang ketika berjalan maka yang harus dihindari yakni berjalan yang tercela. Dalam al-Quran telah disampaikan bahwa berjalan di muka bumi ini tidaklah menjadi sombong, angkuh seakan-akan hanya dia seorang yang bisa memiliki segalanya.

Oleh karena itu, hindari berjalan tercela seperti orang sombong, bermuka masam, meludah sembarangan, dan seperti orang loyo atau sakit.

Rasulullah SAW merupakan standar cara jalan terbaik yaitu dengan tidak terlalu cepat juga tidak terlalu pelan. Ia mencontohkan yang baik kepada umatnya dan dengan badan yang tegap, tegar dan terhindar dari perawakan orang sakit.