Adab seorang muslim membaca al-Quran

Al-Quran 11 Mar 2021 Umri
Umri
Adab seorang muslim membaca al-Quran
Adab seorang muslim membaca al-Quran © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Agama Islam menjadikan adab atau akhlak menjadi nomor satu dalam kehidupan. Bahkan dikatakan adab lebih utama daripada ilmu sekalipun, dalam artian orang yang beradab jauh lebih baik daripada orang yang berilmu, jika ilmunya tidak menjadikan dia orang yang beradab. Lebih baik lagi, jika dia seorang yang beradab dan berilmu.

Rasulullah SAW juga diutus untuk memperbaiki akhlak atau adab umat manusia. Dan beliau berhasil menjadi contoh teladan nomor satu untuk urusan akhlak yang terpuji. Hingga beliau digelari dengan Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan) dan Fathonah (Cerdas).

Seluruh aktifitas umat Islam dari bangun tidur sampai tidur lagi, semasa hidup bahkan sampai ke orang yang telah meninggal dunia saja harus dengan adab-adab yang mesti dijalani. Islam mengatur sedemikian rupa untuk kehidupan manusia.

Termasuk adab dan cara membaca al-Quran yang orang harus tau dan paham. Ini hendaknya menjadi perhatian bagi setiap muslim yang hendak membaca al-Quran. Adab-adab membaca al-Quran itu di antaranya :

Bersuci atau berwudu

Al-Quran adalah kitab yang suci dan Allah sangat menyukai orang yang suci dan selalu membersihkan diri. Suci dari hadas besar dan hadas kecil.

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.”

(Quran, surah Al Waqi’ah, ayat 79)

Selain menjadi akhlak seorang yang hendak membaca al-Quran, berwudu juga sangat banyak sekali manfaatnya. Anda bisa membacanya pada tema ‘Indahnya menjaga wudu setiap waktu’, di artikel tersebut dijelaskan dengan sangat rinci tentang seputaran wudu.

Membaca Taawuz

Taawuz adalah “Audzubillahi minasyitan nirrajim” artinya ialah aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Sebelum memulai membaca banyak ayat demi ayat dari al-Quran yang indah, hendaklah dimulai dengan taawuz. Sebab ini adalah bentuk doa kepada Allah SWT dari gangguan setan yang nyata. Bisa jadi setan yang sebenarnya setan atau bisa jadi setan dalam bentuk rupa manusia.

Dengan membaca taawuz ini semoga Allah SWT tetap menjaga hati dari sifat sombong, riya’ dan angkuh.

Membaca dengan tenang dan perlahan

Membaca dengan tenang dan pelan sesuai dengan kaedah tajwid yang baik dan benar. Supaya al-Quran tetap didengar dengan indah. Dan bisa menyentuh hati orang yang membaca dan mendengarkannya.

Membaca cepat juga dibolehkan. Misalkan saat membaca al-Quran 30 juz dengan hapalan. Yang mengharuskan bacaan lebih cepat. Itupun harus sesuai dengan kaedah bacaan yang benar.

Merenungkan ayat yang dibaca

Meninggalkan yang dilarang oleh al-Quran dan menjalankan semua yang diperintahkan dalam al-Quran adalah intisari dari membaca al-Quran. Merenungkan setiap ayatnya, mempelajari makna yang tersirat didalam al-Quran melalui para mufassir al-Quran.

“ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (Quran, surah Shaad ayat 29)

Bacaan itu menjadi napas bagi kehidupan ini, juga menjadikan al-Quran sebagai imam. Dengan harapan hidup dunia dan akhirat dipenuhi dengan cahaya dari ilahi Rabbi.

Demikianlah empat adab yang bisa kita terapkan saat hendak membaca al-Quran, tentu masih ada lagi adab yang lain namun dinilai empat adab diatas yang paling utama untuk diterapkan oleh para pembaca al-Quran.