Ajari anakmu salat!

Salat 01 Feb 2021 Roni Haldi Alimi
Opini oleh Roni Haldi Alimi
Ajari anakmu salat!
Ajari anakmu salat! © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Menjadi contoh teladan tidak mudah. Namun seorang ayah tetaplah contoh teladan bagi anak dan keluarganya. Perkara yang tidak bisa dipungkiri. Walaupun tidak mudah, anak tetap menjadikan ayahnya sebagai contoh teladan.

Contoh teladan kita pastinya Rasulullah SAW. Jadikan Rasulullah inspirasi kita.

Mari melihat prilaku Rasulullah SAW

Rasulullah SAW hidup di lingkungan bangsa Arab. Perilaku Baginda itu sangat kontras dengan tradisi bangsa Arab yang umumnya dikenal kaku dan keras. Nabi Muhammad menghadirkan suasana rumah diselimuti kehangatan, kelembutan dan cinta kasih.

Sementara, orang Arab lebih mengedepankan karisma dan wibawa. Pada masa itu, dalam masyarakat Arab tidak biasa seorang lelaki menunjukkan kasih sayang secara terbuka kepada anak.

Pernah Rasulullah SAW mencium putra-putrinya, mereka sempat heran. Aqra’ bin Habits, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.”

Rasulullah SAW sangat memperhatikan terhadap pembinaan ibadah keluarganya, termasuk terhadap cucunya. Salah satu yang terpenting adalah pembinaan ibadah salat. Usia dini bukan hambatan untuk mengenalkan agama pada anak cucunya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

 “Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan salat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karenanya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.”

(Hadis riwayat Abu Dawud dan Al- Hakim)

Kisah yang cukup kita kenal adalah saat Rasulullah SAW menjadi imam salat. Para makmum heran karena sujud Baginda jauh lebih lama ketimbang biasanya. Mereka mengira terjadi sesuatu pada Baginda. Namun ternyata, “Tidak ada apa-apa. Aku ditunggangi cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai ia puas,” terang Baginda.

Renungkanlah nasehat berharga Rasulullah SAW

Allah SWT berfirman :

 “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

(Quran surah Thaahaa, 20 ayat 132)

Melalui ayat tersebut di atas, Allah Taala selain memberi perintah kepada orang tua terutama ayah sebagai pemimpin rumah tangga untuk menyuruh anak-anaknya sebagai anggota keluarganya untuk mendirikan salat, juga memerintah mereka untuk bersabar dalam mendirikannya.

Dengan menjalankan perintah bersabar mendirikan salat, orang tua terutama ayah berarti telah memberi teladan kepada anak-anaknya. Keteladanan adalah faktor utama dan pertama penentu keberhasilan pendidikan.

Maka tidaklah mengherankan, orang tua yang sabar mendirikan salat mempunyai peluang lebih besar memiliki anak-anak yang sabar mendirikan salat.

“Orang tua yang mendidik anaknya lebih baik ketimbang ia bersedekah sepanjang hari dengan setengah sha.”

(Hadis riwayat Ahmad)

Didiklah anak-anak salat. Bawalah mereka ke mesjid, dampingi mereka salat dan bersabarlah terhadap mereka. Karena mereka (anak) adalah investasi akhirat bagi kedua orang tuanya.