Akrabkan remaja dengan ilmu dan masjid

Jiwa Tholhah Nuhin 20-Sep-2020
dreamstime_s_178833308
Akrabkan remaja dengan ilmu dan masjid © Tiam Seong Yew | Dreamstime.com

Salah satu sarana menyelamatkan remaja dari pergaulan bebas adalah dengan mengajak mereka aktif dalam kegiatan di masjid. Merupakan tugas para dai dan mereka yang aktif dakwah untuk mengemas acara-acara keislaman supaya menarik hati para remaja.

Para orang tua hendaknya juga berperan aktif mengajak serta anak mereka yang sedang tumbuh remaja untuk salat berjamaah di masjid, membimbing mereka dengan penuh kesabaran. Yang kita kuatirkan para remaja yang berada di rumah dan linglungan kita masuk dalam Firman Allah SWT dalam surah Maryam, ayat 59: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”

Optimalisasi peran masjid akan melahirkan para remaja yang saleh, taat beribadah kepada Allah SWT, dan hati mereka senantiasa terpaut dengan masjid, mencintai masjid sebagai rumah Allah di muka bumi.

Pada akhirnya, mereka pun akan mencintai Allah SWT dan dapat memelihara diri masing-masing dari perbuatan yang tidak Allah sukai. Hendaknya para pengurus masjid aktif memfasilitasi kegiatan para remaja. Menghadirkan perpustakaan masjid yang memadai, menyediakan Wifi, serta mengadakan berbagai acara keislaman yang terkait dengan remaja. Dengan demikian diharapkan para remaja merasa nyaman dan akrab dengan masjid di lingkungan mereka.

Kita patut bersedih sekiranya masjid hanya digunakan untuk salat fardu semata dan sepi dari aktivitas dakwah. Padahal kita tahu bahwa Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dakwah.

Selanjutnya perhatian dan pembinaan remaja terhadap pentingnya ilmu pengetahuan. Selain rajin beribadah dan suka memakmurkan masjid, remaja harus bisa melakukan manajemen waktu untuk belajar dan mencari ilmu. Banyak diantar mereka yang berhasil meraih prestasi sebagai juara Olimpiade di bidang Matematika maupun Fisika dan yang lainnya.

Mereka itu para remaja yang menghabiskan waktunya untuk belajar dan melakukan penelitian, jauh dari hal-hal yang tidak berguna atau menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Dapat dipastikan bahwa mereka adalah para juara pencinta ilmu di bidangnya masing-masing. Kecintaan itulah yang akhirnya menghantarkan mereka berada di posisi itu.

Kita dapat menanamkan kecintaan terhadap ilmu pada anak-anak kita sejak usia dini dengan mengakrabkan mereka dengan buku. Bukankah Allah SWT menyuruh kita untuk membaca? Maka upaya yang dapat kita lakukan adalah menumbuhkan kebiasaan dalam keluarga agar akrab dengan buku bacaan. Menyediakan perpustakaan keluarga yang nyaman, memilihkan buku-buku yang bermanfaat sesuai usia mereka.

Selain itu, orang tua tentu harus memberi teladan langsung dalam membaca. Dan mengarahkan mereka menggunakan telepon seluler atau gadget untuk hal-hal yang bermanfaat kaitan dengan ilmu pengetahuan seperti download aplikasi-aplikasi yang ada kaitannya dengan keilmuan.

Dengan begitu para remaja akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam kehidupannya. Allah SWT berfirman: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Surah al-Mujaadila 58, ayat 11)