Al-Muttaqin: Pribadi bertakwa

Islam untuk Pemula Komiruddin
Pilihan oleh Komiruddin
Al-Muttaqin: Pribadi bertakwa
Al-Muttaqin: Pribadi bertakwa © Markus Varneslahti | Dreamstime.com

Setiap ibadah yang dilakukan bertujuan membentuk pribadi-pribadi bertakwa.

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”

(Quran surah Al-Baqarah, ayat 21)

Al-Muttaqin: Pribadi bertakwa

Pribadi-pribadi bertakwa adalah mereka yang memiliki sifat sebagaimana Allah Taala sebutkan di dalam surah Aal-i Imran, ayat 133-135.

Pertama: Selalu memberikan kontribusi kebaikan

Mereka yang selalu memberikan kontribusi kebaikan pada orang lain, baik saat lapang ataupun saat sempit dan di saat kaya maupun pailit. Kontribusi itu dapat berupa harta, ilmu, pemikiran, motivasi, pencerahan, jasa atau tenaga.

Kontribusi ini diberikan tak mengenal cuaca dan tidak mengharapkan apa-apa selain keridaan Allah Taala.

Kedua: Menahan amarah

Menahan amarah ini berat apalagi di saat kita sanggup untuk marah, seperti pada posisi kita sebagai leader, ketua, menejer, jajaran pimpinan.

Rasulullah SAW menjanjikan pahala yang besar bagi setiap orang yang mampu menahan amarahnya padahal ia kuasa. Baginda bersabda:

“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.”

(Hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dari Mu’adz bin Anas al-Juhani. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ish Shaghir)

Tentu tidak semua marah itu tercela. Ada juga marah yang terpuji, yaitu apabila seseorang marah karena Allah SWT, untuk membela kebenaran, dan tidak menuruti hawa nafsu dan tidak merusak.

Ketiga: Memaafkan kesalahan orang lain

Ini juga berat, apalagi jika kesalahannya berlipat-lipat. Memaafkan kesalahan sangat terpuji, apalagi orang bersalah itu pernah ada jasa dan kebaikan pada kita. Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan dalam permaafan.

Rasulullah SAW memaafkan kaum kafir Quresy yang mengusirnya dari kampung halaman. Baginda juga memaafkan Abu Sufyan dan Ikrimah bin Abu Jahal yang meniupkan api permusuhan selama bertahun tahun. Baginda memaafkan Hatib bin Abi Balta’ah sang pembocor rahasia negara, karena ia pernah terlibat pada perang Badar. Dan masih banyak yang lainnya.

Keempat: Berbuat ihsan

Berbuat ihsan kepada Allah SWT artinya beribadah kepada Allah seolah-olah Allah melihat kita. Walau pun Allah tidak terlihat tapi Allah pasti melihat. Atau dalam kata lain merasakan bahwa Allah selalu mengawasi kita sehingga amal-amal kita menjadi baik.

Berbuat ihsan kepada makhluk adalah memberikan manfaat berupa agama atau dunia atau mencegah terjadinya mudharat pada agama atau dunia.

Maka masuk di sini berbagai bentuk kebaikan seperti amar ma’ruf nahi mungkar, memberi nasihat, mendamaikan yang bertengkar dan menyatukan barisan. Menanggung beban, menyingkirkan penyakit, menolong yang sakit, membantu yang lemah, memberi yang membutuhkan dan lain sebagainya.

“Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Kelima: Bertobat dari dosa dan kesalahan

Orang yang bertakwa bukanlah mereka yang bersih tak pernah salah. Orang yang bertakwa adalah mereka yang apabila salah cepat mengingat Allah SWT.

Apabila tergelincir cepat berzikir, apa bila khilaf kepada Allah Taala segera meminta maaf dan apabila berbuat dosa kecil ataupun besar bersegera istighfar.

 “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Demikianlah sifat mereka yang bertakwa. Dengan menyandang sifat tersebut, meraka pantas mendapatkan balasan yang besar berupa surga dengan segala kenikmatannya.

 “Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.