Al-Qalasadi: ‘Al-Khawarizmi’ dari Andalusia

Eropa Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Al-Qalasadi: 'Al-Khawarizmi' dari Andalusia
Al-Qalasadi: 'Al-Khawarizmi' dari Andalusia © funci.org

Artikel ini adalah mengenai Abu Al-Hassan Ibn Ali Al-Qalasadi atau al-Qalasadi. Namun, apa yang terlintas dalam benak kalian jika mendengar kata tentang Aljabar? Tentu tentang matematika dan tokoh pencetusnya, Musa al-Khawarizmi  (lahir 780 Masehi, hidup pada masa keemasan dinasti Umayyah di Timur), bukan?

Aljabar yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat merupakan salah satu topik yang menarik dan asyik untuk dipelajari dan dipecahkan. Tetapi siapakah al-Qalasadi, dan apa kaitannya dengan Aljabar?

Al-Qalasadi, ‘Al-Khawarizmi’ dari Andalusia

Abu Al-Hassan Ibn Ali Al-Qalasadi hidup di tengah kemunduran Dinasti Umayyah di Barat. Al-Qalasadi lahir di Baza tahun 1412, sebuah pos terdepan Emirat Granada. Beliau menerima pendidikan di Granada, tetapi terus menghidupi keluarganya di Baza.

Al-Qalasadi adalah seorang matematikawan, filosof, dokter dan juga ulama mazhab Maliki abad ke-15, dan ahli di bidang yurisprudensi atau hukum warisan Islam. Beliau dikenal sebagai salah satu pakar matematika terkenal yang memperkenalkan notasi dan simbol standar Aljabar dengan menggunakan huruf alphabet Arab.

Al-Qalasadi juga orang pertama yang memperkenalkan huruf ‘X’ dalam matematika. Beliau menulis buku yang  menerangkan peran Aljabar dalam puisi Arab. Karyanya memiliki dampak besar kepada para ahli matematika Eropa serta mendorong evolusi dan revolusi dalam dunia matematika.

Franz Woepcke,  seorang orientalis dan ahli matematika yang menerbitkan terjemahan manuskrip matematika Arab abad pertengahan, menyatakan bahwa al-Qalasadi dikenal sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam notasi Aljabar. Sebabnya adalah karena beliau mengambil ‘langkah pertama menuju pengenalan simbolisme Aljabar’. Ia menulis banyak buku tentang aritmatika dan Aljabar, termasuk al-Tabsira fi ‘lm al-hisab (Klarifikasi Ilmu Aritmatika).

Karya-karya al-Qalasadi

Karya-karya al-Qalasadi membahas tentang Aljabar dan memuat jawaban matematis yang tepat untuk masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti komposisi medikamen, penghitungan penurunan saluran irigasi, dan penjelasan kecurangan yang terkait dengan alat ukur milik tradisi matematika yudisial dan budaya yang sudah kuno dan menggabungkan kumpulan masalah aritmatika kecil yang disajikan dalam bentuk teka-teki puisi.

Al-Qalasadi menggunakan notasi Aljabar layaknya pendahulu sebelumnya. Namun penulis abad ke-19, Franz Woepcke percaya bahwa simbolisme Aljabar ini dibuat oleh al-Qalasadi sendiri.

Simbol-simbol ini sebenarnya telah digunakan oleh ahli matematika lain di Afrika Utara 100 tahun sebelumnya. Al-Qalasadi merepresentasikan simbol matematika  menggunakan karakter dari alphabet Arab, dimana:

ﻭ ( wa ) berarti “dan” untuk penjumlahan (+)

ﻻ ( illa ) berarti “kurang” untuk pengurangan (-)

ف ( fi ) artinya “waktu” untuk perkalian (*)

ع ( ala ) berarti “atas” untuk pembagian (/)

ﺝ ( j ) melambangkan jadah yang berarti ” akar ”

ﺵ ( sh ) mewakili shay yang berarti “benda” untuk variabel (x)

ﻡ ( m ) melambangkan moraba’a untuk persegi (x2)

ﻙ ( k ) mewakili moka’ab untuk kubus (x3)

ﻝ ( l ) melambangkan ya’adilu untuk persamaan (=)

Sebagai contoh persamaan 2x3 + 3x2 – 4x + 5 = 0 , akan ditulis menggunakan notasinya sebagai:

2 ﻝ 5 ﻭ ﺵ 4 ﻻ ﻡ 3 ﻭ ﻙ o 

Itulah simbol-simbol yang dikenalkan oleh al-Qalasadi dan mampu memecah kebuntuan Aljabar pada masa itu. Simbol-simbol ini menjadi acuan bagi Aljabar di era modern.

Al-Qalasadi wafat pada tahun 1486 di Beja, Tunisia, tempat ia mengungsi bersama keluarga dari serbuan dan penjarahan yang dilakukan oleh pasukan Kristen Ferdinand dan Isabella yang berlangsung sejak 1480.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.