Al-Quran dan sunah: menuntut ilmu dan ajaran yang mulia

Quran 270220
Al-Quran dan sunah: menuntut ilmu dan ajaran yang mulia © Guernica | Dreamstime.com

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya peradaban Islam pada periode pertengahan telah mendorong gerakan ilmiah dan kemajuan. Rahasianya tidak terlepas dari prinsip-prinsip ajaran Islam yang mulia.

Al-Quran sumber pengetahuan

Di dalam al-Quran sangat banyak ungkapan perintah agar manusia memperhatikan alam dan lingkungan. Sebagaimana yang disebutkan dalam surah al-A’raf, ayat 185:

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah.”

Di ayat lain, Allah SWT secara spesifik menyuruh kita memperhatikan penciptaan unta, gunung, laut, dan sebagainya. Dapat disimpulkan bahwa al-Quran memotivasi manusia untuk mengamati kemudian berinovasi.

Di samping itu, al-Quran merupakan undang undang dasar sekaligus pedoman hidup bagi orang beriman. Kitab suci ini mengatur kehidupan insan dan hubungan kemasyarakatan.

Pada salah satu ayat yang lain ditekankan pentingnya bersosialisasi dengan suku dan bangsa yang berbeda. Karena takwa tidak sebatas saleh pribadi saya, tetapi juga mengajak sesama.

Hadis mewajibkan menuntut ilmu

Islam tidak menentang kemajuan zaman. Kehidupan duniawi diserahkan seutuhnya kepada manusia tanpa dihalang-halangi. Tentu saja kehidupan dunia ini diperjuangkan untuk mencapai kebahagian tertinggi di akhirat sana yaitu Surga. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan:

“Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”

Untuk meraih kebahagian di dunia, Nabi Muhammad SAW selalu memotivasi sahabat agar belajar membaca dan menulis. Hal ini terlihat pasca perang badar, Rasulullah memberikan syarat kebebasan bagi para tawanan dengan mengajarkan baca tulis kepada kaum muslimin yang masih buta huruf.

Di lain pihak, Nabi Muhammad SAW memerintahkan sahabat yang memiliki bakat untuk mempelajari berbagai bahasa. Salah satunya Zaid bin Tsabit r.a. Sahabat mulia ini berusaha keras belajar Bahasa Yahudi untuk menyelamatkan kaum muslimin dari tipu daya mereka.

Ternyata mempelajari bahasa asing juga memiliki manfaat dalam proses transformasi pengetahuan. Generasi ilmuan muslim berikutnya sangat menyadari hal ini sehingga mereka berupa menerjemahkan buku-buku dari peradaban sebelumnya kemudian mengembangkannya.

Dengan berkaca dengan generasi terdahulu, kita tahu bahwa agama Islam ini adalah agama yang sempurna. Hanya kembali kepada al-Quran dan sunah, peradaban Islam akan kembali berjaya.