Al-Zahrawi atau Albucasis: bapak ilmu bedah modern

Ternama Muhammad Walidin
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Al-Zahrawi atau Albucasis: bapak ilmu bedah modern
Al-Zahrawi atau Albucasis: bapak ilmu bedah modern © CC BY 4.0, Link

Terkenal dengan nama Abulcasis di Barat, Abu Al-Qasim Al-Zahrawi atau dengan nama lengkap Abu al-Qasim Khalaf Ibn Al-Abbas al-Zahrawi adalah seorang dokter ahli bedah  atau pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad pertengahan.

Abu al-Qasim al-Zahrawi (al-Zahrawi) adalah dokter di kerajaan pada masa Khalifah Al Hakam II dari kekhalifahan Umayyah. Al-Zahrawi dilahirkan pada tahun 936 dan wafat pada tahun 1013 masehi di kota Madinah Al-Zahra, Spanyol. Beliau mengabdi pada kekalifahan Bani Umayyah II di Cordoba, Andalusia.

Kemahiran Al-Zahrawi atau Albucasis dalam ilmu kedokteran

Abu al-Qasim al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Anshor yang menetap di Cordoba, Spanyol. Di sana, beliau menimba ilmu, mengajarkan ilmunya, mengobati masyarakat, dan mengembangkan ilmu bedah Hingga tutup usia.

Selain berperan dalam metode ilmu bedah modern, Abu al-Qasim al-Zahrawi juga banyak sekali menciptakan berbagai macam alat dan teknologi yang digunakan untuk proses bedah. Tak heran apabila dunia memberinya gelar atau memberinya julukan sebagai Bapak ilmu bedah modern.

Al-Zahrawi memperkenalkan berbagai macam teori-teori dan alat bedah dalam ilmu kedokteran. Beliau juga menemukan alat bedah dan menemukan teori bagaimana cara mengikat organ tubuh pada saat pembedahan yang bertujuan untuk mencegah pendarahan.

Diketahui bahwa al-Zahrawi menciptakan 26 peralatan bedah yang belum pernah ada sebelumnya, seperti retractor, sugical rod, specla, bone saw, plaster, pisau bedah, sendok bedah, pengait.

Al-Zahrawi jugalah yang membuat benang bedah (catgut ) untuk menjahit bekas luka bedah yang terbuat dari jaringan hewan. Benang ini dibuat dari usus kambing dan sapi agar dapat diterima oleh tubuh manusia ketika benang menyatu dengan kulit.

Karya Albucasis: bapak ilmu bedah modern

Abu al-Qasim menulis banyak buku. Salah satu karya yang menjadi fenomenal adalah buku At-Tashrif Liman Ajiza ’an Ta’lif yang disusun dalam 30 buku. Ensiklopedi kedokteran ini berisikan berbagai macam topik medis yang penulisannya selesai pada tahun 1000.

Kitab atau buku yang diwariskan oleh Abu al-Qasim al-Zahrawi pada peradaban dunia menjelaskan secara rinci dan lugas tentang ilmu bedah, orthopedi (tulang dan otot), Opththalmologi (bedah mata), farmakologi serta ilmu kedokteran secara umum.

Al-Zahrawi juga sangat berjasa dalam bidang kosmetik, seperti pengembangan deodorant, hand lotion, dan pewarna rambut yang berkembang hingga saat ini. Sebagai dokter dan guru, beliau ini sangat peduli terhadap kesejahteraan dari siswanya.

Beliau banyak mengajarkan kepada para muridnya tentang pentingnya membangun hubungan sosial yang baik dengan pasien. Menurut al-Zahrawi seorang dokter itu haruslah baik melayani pasiennya tanpa membedakan status sosialnya.

Sungguh luar biasa sumbangsing Abu al-Qasim al-Zahrawi terhadap dunia kedokteran. Al-Zahrawi benar-benar mahaguru bagi dokter-dokter bedah sedunia.