Alasan untuk naik Haji di usia muda

Haji Asna Marsono
Asna Marsono
Alasan untuk naik haji di usia muda
Alasan untuk naik haji di usia muda © Elmirex2009 | Dreamstime.com

Adalah wajib bagi setiap pria dan wanita Muslim yang mampu secara finansial dan sehat secara fisik maupun psikis untuk menunaikan ibadah haji setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Jika seorang Muslim secara fisik tidak mampu atau lemah meskipun mampu secara finansial, putusan tentang haji dapat dilonggarkan.

Ketentuan penyelenggaraan ibadah haji wajib

Sekali lagi, haji tidak wajib bahkan pada orang yang tidak seimbang secara mental. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi saat ingin naik haji wajib dengan sangat hati-hati. Karena ada beberapa ritual selama ibadah haji yang terkait dengan kekuatan finansial, mental, dan fisik seseorang.

Mengenai kewajiban haji, disebutkan dalam al-Quran, artinya:

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

(Quran surah al-i Imran, 3:97)

Sesuai dengan instruksi kitab suci al-Quran, seseorang yang secara finansial dan fisik mampu diwajibkan dalam menunaikan ibadah haji.

Melaksanakan ibadah haji di usia muda: konsistensi fisik dan finansial

Seseorang dapat menjadi pemilik jumlah kekayaan yang tepat di masa mudanya dengan bekerja keras. Tetapi di usia tua, tidak ada jaminan bahwa ia tidak akan kehilangan kekayaan yang diperolehnya.

Dan seiring berjalannya waktu, beban pengeluaran pada orang juga menjadi semakin mendesak. Dengan kata lain, kualifikasi atau kemampuan untuk dapat melaksanakan ibadah haji tidak selalu sama.

Sekali lagi, seseorang tidak bisa sehat secara fisik sepanjang waktu. Dia mungkin kehilangan kemampuan fisiknya untuk menunaikan ibadah haji kapan saja karena kecelakaan atau sakit. Karena barang siapa yang tidak menunaikan haji padahal dirinya mampu, dia harus dapat mempertanggungjawabkannya di Hari Kebangkitan nanti.

Sebagian besar umat Muslim di dunia menunaikan ibadah haji di usia yang relatif tua. Bahkan ada yang sudah tua, Ketika matanya sudah tidak melihat dengan jelas, tubuhnya sudang bungkuk, dan lututnya sudah lemah masih ingin untuk menjalankan ibadah ini. Ibadah dari pemuda paling disayangi Allah Taala.

Allah SWT menekankan pentingnya beribadah di usia muda

Rasulullah berkata, “Sesungguhnya Allah Taala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah”. Shabwah di sini berarti pemuda yang menahan hawa nafsunya, berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan.

Namun sayangnya, banyak orang terlihat baru taubat di akhir hidup mereka berdoa, berusaha belajar bacaan Al-Qur’an, salat sunnah, dan kemudian menunaikan ibadah haji. Hal ini terlintas seperti sebuah hal lumrah di masyarakat.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kebanyakan orang telah melakukan banyak kesalahan, ketidakadilan, penindasan, dan dosa dalam hidup mereka di usia muda.

Biasanya pada usia tua orang secara sukarela atau di bawah beban usia menahan diri dari semua kesalahan ini. Allah SWT menekankan pentingnya beribadah di usia muda. Agar manusia tidak membenamkan diri dalam perbuatan jahat.

Tetapi orang-orang, setelah melakukan segala macam kejahatan dan dosa, datang ke usia terakhir dan berkonsentrasi pada ibadah dengan harapan menyingkirkan kejahatan-kejahatan itu. Seolah-olah waktu tua yang dimilikinya cukup untuk menghapus segala dosa yang dilakukan selama waktu muda.

Para Nabi dan orang-orang yang saleh menunaikan ibadah haji di masa muda

Ibadah haji merupakan tindakan ibadah yang membutuhkan kekuatan finansial maupun fisik untuk melaksanakannya. Dan ini adalah dua kemampuan yang hampir setiap manusia mampu memperoleh pada usia muda.

Kebanyakan orang menghasilkan uang di usia muda. Oleh karena itu, lebih baik menunaikan ibadah haji di usia muda. Orang pertama yang mengelilingi Ka’bah  di usia muda adalah Nabi Adam a.s, ketika Ka’bah dibangun oleh para malaikat.

Nabi Ibrahim a.s juga membangun bangunan Ka’bah di usia muda. Nabi Ismail a.s juga beribadah haji di usia muda. Mereka masing-masing mengelilingi  Ka’bah sebelum membungkuk pada berat usia.

Menunaikan haji di usia muda, ritualnya akan mudah dijalani

Haji adalah tindakan ibadah formal. Ritual haji dikaitkan dengan kekuatan fisik umat. Dari Safa ke Marwa kembali berlari dari Marwa ke bukit Safa. Kemudian Thawaf Ka’bah tujuh kali. Melempar 21 batu tujuh kali. Melalui Mina dan Muzdalifah berjalan ke padang Arafat dan datang lagi. Mencium batu hitam.

Melakukan pekerjaan sendiri, termasuk wudhu dan mandi, dan lain-lain adalah tugas yang sangat sulit, apalagi di tengah kerumunan jutaan orang. Usia muda adalah usia prima dimana sesorang bisa tanpa hambatan fisik melakukan proses dalam ibadah haji.

Penting bagi para cendekiawan Muslim yang bertanggung jawab untuk mengambil langkah kuat untuk memotivasi para pemuda yang cukup secara finansial untuk pergi berhaji. Penting juga bagi semua untuk menciptakan lingkungan di masyarakat sehingga ibadah haji di usia muda menjadi sebuah gerakan.

Semakin banyak pemuda yang sudah naik haji yang dibuat di negara ini, semakin banyak tingkat kejahatan dari masyarakat yang dapat diperkirakan menurun karena insya Allah dengan melakukan ibadah haji seseorang dapat refleksi diri dan bertaubat dari jalan kemungkaran.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.