Alhambra: Kastil Merah yang hilang

Eropa 27 Feb 2021 Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Alhambra: Kastil Merah yang hilang
Alhambra: Kastil Merah yang hilang © Taiga | Dreamstime.com

Ada yang patut disyukuri dari boomingnya sinema Korea di Indonesia saat ini. Berkat drama Korea berjudul Memories of the Alhambra, para pemerisa Indonesia diingatkan kembali pada kejayaan Islam abad ke-7 sampai abad ke-13 di benua Eropa.

Aktor tampan Hyun Bin dan aktris cantik Park Shin-Hye berhasil mengeksplorasi sisi-sisi keindahan Istana Alhambra, sebuah kastil merah di atas perbukitan Granada, Spanyol. 

Etimologis Alhambra

Alhambra adalah nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan Bani Ummayyah di Granada, Spanyol bagian selatan. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta para pembesarnya.

Alhambra berasal dari bahasa Arab, ‘Hamra’, bentuk jamak dari kata ‘Ahmar’ yang berarti ‘Merah’. Penamaan Alhambra merujuk pada bangunan istana yang dihiasi oleh ornamen-ornamen berwarna merah. Mulai dari ubin, tembok, hingga hiasan dindingnya didominasi oleh warna merah bernuansa Islam. Ada pula pendapat mengenai penamaan Alhambra yang diambil dari nama seorang pendirinya, yakni Al-Ahmar.

Bangunan ini sering disebut ‘Istana yang hilang’ atau ‘Kejayaan yang sirna’. Alhambra dibangun oleh Sultan Muhammad bin Ahmar, raja bangsa Moor yang berasal dari Afrika Utara, pada abad ke-12. Sultan Muhammad masih keturunan Said bin Ubaidah r.a, seorang sahabat Rasulullah SAW dari suku Khazraj di Madinah.

Sejarah Alhambra

Istana Alhambra terletak di Bukit La Sabica yang dikelilingi gunung-gunung di sekitarnya. Sebuah tempat yang strategis dengan pemandangan seluruh kota Granada. Granada adalah wilayah kerajaan Islam yang dipimpin oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar.

Istana yang berlokasi di kota Granada ini diperbaiki dan difungsikan kembali sebagai benteng pertahanan sejak tahun 889-1238 Masehi oleh bangsa Moor, di bawah kekuasaan kerajaan Islam.

Alhambra sendiri menjadi saksi bisu dan saksi sejarah bahwa Islam pernah menguasai dan mencapai puncak keemasannya di Eropa Barat. Terutama di Spanyol dan dalam waktu yang lama.

Dokumen sejarah pertama mencatat bahwa Alhambra bermula dari abad ke-9. Yaitu kala seseorang bernama Sawwar bin Hammudun mencoba mencari tempat perlindungan dari perang sipil antara rakyat Muslim dan rakyat Muladi, yakni orang campuran Arab dan Eropa.

Saat  itu, ada benteng bernama Alcazaba, yang akhirnya menjadi bagian bangunan tertua di Istana Alhambra. Sawwar bin Hammudun dan rakyat Muslim lainnya menjadikan tempat itu sebagai benteng pertahanan. Ia juga harus memperbaiki benteng tersebut karena perang sipil yang terjadi.

Dengan latar belakang gunung Sierra Nevada, Istana Alhambra awalnya merupakan bagian dari reruntuhan benteng Romawi. Pada pertengahan abad ke-13, di bawah pemerintahan Sultan Mohammed I, benteng ini dibangun dan fungsinya berubah menjadi istana besar yang kemudian dikenal dengan nama Alhambra.

Ketika kerajaan berada di bawah gempuran kerajaan Kristen, Alhambra kembali difungsikan sebagai benteng kerajaan sebelum akhirnya ditakluk dalam kekuasaan Ferdinand dan Isabela dari Los Reyes Catolicos.

Fakta-fakta menarik Alhambra

  1. Alhambra merupakan Situs Warisan UNESCO karena nilai-nilai budaya yang terdapat di dalamnya. Istana ini juga menjadi salah satu bukti kejayaan Islam di Andalusia dengan adanya teknologi maju yang dianggap melebihi teknologi Eropa pada masanya
  2. Alhambra yang kental dengan nuansa Islam dan Eropa di dalamnya ini dirancang oleh arsitektur Muslim dan telah ditinggali beberapa kepala pemerintahan seperti Sultan Yusuf I, Muhammad V, Ismail I dan Sultan Granada
  3. Istana Alhambra merupakan rumah bagi Pangeran Spanyol hingga 1492 ketika Monarki Katolik menaklukkan Dinasti Nasrid
  4. Pada 1572, dibangun Istana Charles V oleh Charles V, Kaisar Roma di antara benteng Dinasti Nasrid
  5. Alhambra dikelilingi oleh Sungai Darro di sisi utara, lembah al-sabika di selatan, dan jalan Cuesta del Rey Chico di sisi timur
  6. Selama kekuasaan Prancis di Spanyol, bagian Alhambra dihancurkan namun kemudian dibangun lagi dan selesai pada abad ke-19
  7. Alhambra pertama kali diketahui keberadaannya pada masa kepemimpinan Abdullah ibnu Muhammad pada 888-912, bertepatan dengan perang antara Muladives dan Arab
  8. Hampir seluruh bangunan di Alhambra berwarna putih, namun karena terpanggang matahari berubah menjadi kemerahan
  9. Istana Alhambra ini dibangun di dataran tinggi dengan panjang 750m dan lebar 205m