Ali bin Abi Thalib r.a – ilmu dan belajar

Pendidikan Kkartika Sustry 30-Okt-2020
dreamstime_s_190879170
Ali bin Abi Thalib r.a - ilmu dan belajar © Airdone | Dreamstime.com

Ilmu sudah sangat meluas hingga saat ini. Umat Islam maupun siapapun tidak akan kesulitan dalam mendapatkan ilmu. Media belajar sudah di mana-mana, sekolah sudah banyak sekali.

Kita sudah tidak kekurangan lagi orang cerdas, namun tetap saja kita harus selalu giat dalam menuntut ilmu. Nah, bicara soal ilmu kita bisa merujuk pada satu panutan yang cerdas yaitu Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a.

Ali bin Abi Thalib r.a memiliki nama asli Haydar bin Abu Thalib; Abu Thalib yaitu paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti ‘Singa’ adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani kaum Quraisy Mekkah.

Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a adalah sepupu dari Rasulullah SAW. Ketika mendengar kelahiran sepupunya tersebut, Rasulullah memanggilnya dengan sebutan Ali yang berarti tinggi derajatnya disisi Allah SWT.

Sayidina Ali r.a belajar dengan Rasulullah SAW

Kehadiran Ali bin Abi Thalib r.a sangat membahagiakan bagi Rasulullah SAW, karena beliau belum memiliki anak laki-laki. Uzur dan faqir keluarga Abu Thalib, memberi kesempatan kepada Rasulullah dan Siti Khodijah r.a untuk mengasuh Ali dan mengangkat jadi putranya.

Berdasarkan riwayat Ibnu Ishaq, ketika berusia 10 tahun, Ali r.a menjadi orang pertama mempercayai bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu setelah siti Khodijah ra. Padahal, Ali masih sangat muda tetapi sudah mendapat hidayah.

Pada usia remaja inilah Sayidina Ali r.a secara langsung belajar dengan Rasulullah SAW. Kedekatan Rasulullah dengan Ali pada akhirnya menjadikan Ali sebagai menantunya. Hingga Ali banyak mempelajari ilmu.

Bahkan, untuk ilmu spiritual yang disebut juga ihsan atau disebut ilmu tasawuf yang tidak diajarkan kepada semua orang oleh Rasulullah SAW. Kepribadian yang baik dengan ilmu secara lahir maupun batin membuat Ali bin Abi Thalib r.a menjadi pemuda yang cerdas.

Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?

Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda: “Aku adalah pintunya ilmu, dan Ali adalah kuncinya.” Ya, Sayidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah merupakan sahabat dan juga menantu Rasulullah. Mendengar ucapan Rasulullah SAW tersebut, kelompok Khawarij menjadi gelisah hingga penasaran dan ingin membuktikan hal tersebut.

Maka ketika itu, datanglah tujuh orang dan salah seorang bertanya: “Wahai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?” Sayidina Ali r.a menjawab:” Ilmu lebih utama dari harta, sebab bertambahnya harta kau akan sulit menjaganya, tapi bertambahnya ilmu dia yang akan menjagamu.”

Kemudian bertanya lagi yang lain: “Wahai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?” Lalu dijawab Ali: “Ilmu lebih utama, sebab harta bisa membuat orang mencuri atau korupsi, sedangkan ilmu bisa membuat orang terhindar dari ketamakan, sikap rakus dan kejahatan.”

Begitupun seterusnya dengan pertanyaan yang sama, dan Saidina Ali r.a menjawab dengan satu jawaban tetapi alasan yang berbeda. Di sinilah letak kecerdasan Ali bin Abu Thalib bahwa beliau orang yang benar seperti disampaikan Rasulullah SAW.