Amal dan niat: mendapat keridaan Allah SWT

Agama Kkartika Sustry 22-Nov-2020
Femme priant sur le tapis
Amal dan niat: mendapat keridaan Allah SWT © Ilkin Guliyev | Dreamstime.com

Niat merupakan hal yang mendasar dari suatu perbuatan seseorang, kunci amal ibadah seseorang. Kadangkala sering tergelincir pada niat yang sudah kita tetapkan, seseorang bisa saja awalnya berniat tulus melakukan sesuatu karena Allah SWT, sesuai dengan anjuran agama.

Namun, niat bisa tergelincir secara tiba-tiba karena godaan setan. Maka penting sekali kita menjaga niat kita agar tetap ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Ada seseorang mulanya mengerjakan pekerjaan karena Allah, lalu seiring berjalan waktu niatnya berubah sehingga mempengaruhi pekerjaan menjadi tidak baik.

Setiap amalan mendapat hasil sesuai niatnya

Maka, hal yang harus dilakukan adalah meluruskan niat. Kita sebagai umat Muslim hendaknya berhati-hati dalam berniat ketika hendak melakukan sesuatu. Setiap amalan seseorang akan mendapatkan hasil sesuai pada niatnya.

Niat secara bahasa bermakna tujuan, secara luas niat berarti keinginan seseorang untuk melakukan suatu amalan. Jadi setiap amalan yang kita lakukan juga tergantung pada niatnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”

(Hadis riwayat Bukhari, no. 1; Muslim, no. 1907)

Pada hadis tersebut jelas sekali bahwa realisasi dari niat seseorang adalah pekerjaan yang baik. Jika kita berniat karena Allah SWT, maka tentu Allah akan memudahkan jalannya.

Tetapi hal yang perlu kita perhatikan seseorang hendaknya meniatkan sesuatu dengan benar, siapa yang bisa mengetahui niat seseorang yang sesungguhnya ada di hati. Namun, refleksi dari niat tersebut bisa terlihat ketika seseorang melakukan pekerjaan dengan hasilnya.

Berniat karena Allah SWT, kita dapat keridaan Allah

Terkait hadis tersebut, jika kita berhijrah dengan niat untuk menikah maka yang kita hasilkan pernikahan. Sebaliknya, jika kita berniat karena Allah SWT dan Rasul maka tentu yang kita dapatkan adalah keridaan Allah.

Niat juga pada dasarnya membedakan antara rutinitas dan ibadah. Bisa kita ambil contoh seseorang yang menghadiri suatu majelis tentu tergantung niatnya. Jika kita berniat hanya untuk berkumpul dengan para sahabat maka yang kita dapatkan hanya perkumpulan tersebut.

Namun, jika berniat dengan tulus karena Allah SWT dengan demikian kita mendapat ilmu, nasehat juga keridaan Allah. Maka dari itu penting bagi kita untuk memperbaiki niat karena Allah. Sesuatu yang kita niatkan dengan menghadirkan-Nya, setiap perkara yang kita lewati akan terasa mudah.

Sehingga hal yang utama kita bisa melakukan sesuatu dengan dasar ibadah kepada Allah SWT, meskipun ada hal yang kita lakukan untuk mencari nafkah sekalipun tetap dengan karena Allah. Dengan demikian, setiap yang diawali niat karena Allah, insyaAllah selalu dalam lindungan dan petunjuk-Nya, aamin.