Amalan-amalan sunah bulan Muharam

Gema-Muharram-1442-H
Pawai Obor, budaya di daerah Jawa pada bulan Muharam © trenasia.com

Para umat Islam bermeriah menyambut tahun baru Islam dengan berbagai kegiatan, terkhusus di daerah Jawa umat Islam akan mengadakan Kirab atau Pawai Obor atau bahkan mengadakan tausiah agama dalam rangka doa bersama untuk tahun berikutnya.

Banyak yang bisa kita lakukan dalam memuliakan bulan Muharam. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan sunah seperti berikut ini yang bisa menambah nilai pahala kita pada bulan istimewa ini yaitu:

Berpuasa Tasuah dan Asyura

Bulan Muharam adalah bulan yang istimewa, mari lakukan kebaikan yang dapat menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya. Sebagian umat Islam melakukan amalan puasa pada hari ke 9 Muharam yang disebut dengan Tasuah juga pada 10 Muharam yang disebut dengan puasa Asyura. Hari Asyura ialah hari yang banyak sekali terjadi peristiwa penting dalam Islam.

Maka hendaknya sebagai umat Islam untuk selalu mensyukuri peristiwa baik tersebut dengan berpuasa, tepatnya puasa pada hari ke 10 pada bulan Muharam (hari Asyura). Hadis Rasulullah SAW tentang berpuasa di 10 Muharam, dari Ibnu Abbas r.a mengatakan:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW sangat bersemangat untuk berpuasa di suatu hari kecuali hari ini (hari Asyura) dan di bulan Ramadan.”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rasulullah Saw berkeinginan diakhir hayatnya, bahwa jika ia masih hidup di tahun depan, maka ia akan berpuasa pada 9 dan 10 Muharam.

Membaca doa akhir tahun dan awal tahun

Tahun baru Hijriah lebih dikenal dengan tahun baru Islam, namun bukan diharapkan untuk merayakan hal hal yang tidak baik melainkan untuk selalu introspeksi diri dengan cara yang baik yaitu membaca doa akhir tahun juga berdoa untuk awal tahun baru Islam.

Bersedekah dan menyantuni anak yatim

Semakin banyak amalan baik yang kita lakukan setidaknya menggugurkan dosa dosa yang kita lakukan di tahun sebelumnya. Pada buoan yang istimewa ini juga hendaknya kita memperbanyak bersedekah dan menyenangkan orang lain, dalam hadisnya: “Barang siapa yang menyenangkan keluarganya di hari Asyura maka Allah SWT akan memberikan kesenangan kepadanya (meluaskan rezeki nya) di tahun tahun berikutnya.” (HR Al Baihaqi dan Thabarani)

Para pemuda Muslim akan berlomba lomba dalam berbuat kebaikan salah satunya dengan bersedekah. 10 Muharam juga menjadi hari uang berbahagia bagi para anak yatim. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyantuni anak yatim atau lebih dikenal dengan idul yatama. Menyantuni anak yatim, bersedekah dan memberikan kasih sayang untuk anak yatim.

Dalam riwayat Rasulullah SAW:

“Barang siapa berpuasa pada hari Asyura, niscaya Allah SWT akan memberikan seribu pahala malaikat dan 10.000 pahala para syuhada. Dan barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.”

(Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi ahaditsin sayidil anbiya wal Mursalin)

Beramal saleh dan bertaubat

Pada bulan Muharam tepatnya di hari  Asyura juga Allah SWT memberikan ampunan kepada Nabi Adam a.s. Sebagaimana dikatakan Aswad bin Yazid r.a dalam sebuah hadis: “Aku bertanya kepada Abin bin Amr tentang puasa Asyura. Dia berkata: pada bulan Muharam ada hari ketika Nabi Adam a.s diberi ampunan. Bila engkau mampu, maka berpuasalah”. Demikian pula dikuatkan oleh Abu Ishaq: “Jika suatu kaum berbuat dosa lalu mereka bertaubat pada hari itu maka taubatnya diterima.”