Anak adalah investasi Akhirat

Keluarga 14 Des 2020 Kkartika Sustry
Kkartika Sustry
dreamstime_s_201979873
Anak adalah investasi Akhirat | Korn Vitthayanukarun | Dreamstime

‘Banyak anak banyak rezeki’, sebuah pepatah yang sering diucapkan orang terdahulu. Hakikatnya memang demikian, setiap anak membawa keberuntungan yang masing-masing baik untuk dirinya maupun bagi orangtuanya.

Orangtua mana yang tidak menginginkan seorang anak kecuali mereka yang sudah kehilangan kewarasan akal. Ketika sepasang suami istri diuji sepuluh tahun belum diberi keturunan, mereka akan mencari cara dan berikhtiar semaksimal mungkin agar mendapatkan buah hati.

Anak adalah investasi Akhirat

Anak adalah investasi akhirat, lantas bagaimana yang dikatakan investasi? selama ini istilah investasi hanya diistilahkan untuk urusan bisnis saja. Namun lebih luas lagi perihal keturunan yang memberikan kemanfaatan bagi orangtuanya baik untuk di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang saleh yang mendoakannya.”

(Hadis riwayat Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Nasa’i & Ahmad)

Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa anak yang sholeh akan selalu berbakti kepada orangtua. Hal ini dibuktikan dengan doanya yang selalu mengalir kepada orangtua. Bukan hanya doa yang akan didapatkan oleh orangtua jika mendidik anak dengan saleh. Tetapi setiap kebaikan yang diajarkan kepada anak akan mendapat pahala juga bagi mereka.

Hanya saja, tanggung jawab orangtua terhadap anaknya mesti diperhatikan dengan jelas, seiring dengan kemajuan zaman yang tidak kalah berbahaya saat ini. Sehingga pengawasan orangtua terhadap anak harus lebih ketat. Jangan sampai karena menuruti semua keinginan anak justru menjerumuskan anak untuk hal-hal yang tidak baik.

Mendidik anak-anak dengan tujuan Islam

Orangtua memanjakan anak dengan pakaian mewah, fasilitas yang memadai tidak lain untuk kebahagiaan seorang anak. Namun, hal yang terpenting agar terwujudnya tujuan Islam agar anak menjadi investasi bagi orangtuanya di akhirat kelak yakni dengan mendidik dengan baik.

Mendidik dengan baik dimulai dari orangtua, dengan menjadi teladan yang saleh bagi anaknya. Tetapi jika belum mampu secara maksimal maka relakan untuk berpisah sementara, agar anak disekolahkan di lembaga pendidikan Islam seperti pesantren. Hal ini akan membantu orangtua dalam mendidik anak, dalam memahami ilmu agama yang luas.

Seringkali kita terlena dengan tuntutan pengakuan sosial, obsesi orangtua agar anak bisa menjadi seorang ilmuan terkenal tapi lupa bekal utama seorang anak adalah ilmu agama. Jadikanlah hidup ini berorientasi kepada akhirat agae setiap yang kita lakukan niatnya untuk beribadah kepada Allah SWT termasuk dalam mendidik seorang anak.

Bagaimana mengajari anak agar tetap dalam ketaatan kepada Allah SWT seperti Luqman yang menjadi teladan bagi anak-anaknya, Nabi Ibrahim a.s yang mengajarkan Nabi Ismail a.s untuk selalu taat kepada Allah.

Adapun dalam al-Quran dikatakan bagaimana Ya’qub mengajarkan anaknya ketaatan kepada Allah SWT:

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia bertanya kepada anak-anaknya : apa yang kamu sembah sepeninggalaku? Mereka menjawab : mereka akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan ishaq (yaitu ) Tuhan yang Maha Esa dan kaminhanya tunduk patuh kepada-Nya.

(Quran surah al-Baqarah, ayat 133)