Anas bin Malik r.a berguru pada sang samudera ilmu

Makam Anas ibn Malik r.a di Basra, Iraq © sohabih.blogspot.com

Anas bin Malik r.a termasuk dari kalangan sahabat yang masuk Islam dari kalangan anak-anak. Ibunya, Ummu Sulaim mentalqinnya dengan dua kalimat syahadat pada saat umur delapan tahun. Hatinya telah diisi dengan kecintaan yang luar bisa kepada Nabi saw. Berkat cinta itu sehingga tidak ada penolakan sedikitpun ketika sang ibu menyerahkannya untuk menjadi pelayan Rasulullah SAW. 

Anas r.a tidak menyia-nyiakan waktu. Beliau menyerap ilmu dari perbuatan yang Rasulullah SAW contohkan dan mengingat setiap kata yang disabdakan. Bahkan ia menduduki peringkat ketiga dari kalangan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Rasulullah setelah Abu Hurairah r.a dan Abdullah bin Umar r.a. 2286 butir hadis telah berhasil ia dapatkan dari Nabi dan sahabat utama yang masuk Islam pertama kali.

Unais, panggilan kesayangan Nabi Muhammad SAW kepada Anas bin Malik r.a, telah berkhidmat pada sang Nabi hampir sepuluh tahun lamanya. Selama itu pula beliau memperoleh bimbingan dari manusia terbaik untuk menyucikan jiwa, memahami hadis, mengenal akhlak yang agung, rahasia-rahasia dan sifat-sifat terpuji Rasulullah yang tidak diketahui oleh orang lain.

Sahabat mulia ini beberapa kali didoakan Nabi SAW secara khusus. Di antara doa Rasulullah SAW untuk beliau adalah: “Ya Allah, berikanlah ia harta yang melimpah, keturunan yang banyak, dan masukkanlah ia ke Surga.”

Berkat doa nabawi tersebut, terkumpul baginya beberapa kelebihan yaitu harta yang melimpah, usia yang panjang, keturunan yang banyak, serta ilmu yang luas. Dalam salah satu riwayat diceritakan bahwa beliau di umur yang panjang hingga 103 tahun dan anak cucunya yang meninggal sebelum ia wafat mencapai 129 orang.

Mengenai hartanya, ia memiliki kebun yang cukup luas. Perkebunan tersebut bisa berbuah dua kali dalam setahun sedangkan kebun milik tetangganya hanya berbuah satu kali.

Beliau terkenal dengan karomahnya. Suatu ketika di musim kemarau dia berdoa kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan. Seketika awan bergumpal berada di atas kebunnya kemudian turunlah hujan. Ternyata air yang tumpah dari awan itu tidak melebihi dari tanah kepunyaannya.

Dengan umurnya yang panjang, Anas r.a menjadi rujukan bagi kaum Muslimin di masa hidupnya. Beliau bagai samudera ilmu bagi mereka yang haus untuk mempelajari dan mengkaji agama Islam. Ibarat perguruan tinggi, beliau telah banyak meluluskan ulama-ulama ternama seperti Hasan al-Basry, Ibnu Sirin, Qatadah as-Sadusy, dan yang lainnya.

Dari kisah sahabat Anas bin Malik r.a ini kita bisa mengambil pelajaran, berkhidmat dengan ilmu agama akan membawa keberkahan dan menjadi jalan menuju Surga yang diidam-idamkan.