Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Anjuran hidup bertetangga

Masyarakat 23 Jan 2021
Pilihan
Anjuran hidup bertetangga
Anjuran hidup bertetangga © Ngarto Februana | Dreamstime.com

Dalam Islam, kita dihimbau, bahkan diperintahkan untuk memuliakan tamu dan menghormati tetangga. Bahkan dalam hadis lain, kita menemukan sebuah metode yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Bagaimana membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Misalnya, Rasulullah SAW menjelaskan beberapa kewajiban seorang mukmin terhadap mukmin yang lain: mengucap salam saat berjumpa, menjenguknya saat sakit, mendoakannya saat bersin, membagi makanan meskipun hanya air kuahnya saja.

Anjuran hidup bertetangga

Ini adalah contoh kecil dari perilaku sosial yang harus terbangun di tengah masyarakat. Sesuatu yang tampak enteng dan mudah dilakukan namun ditinggalkan oleh banyak orang. Padahal dampak yang ditimbulkannya sangat besar.

Pada kenyataannya, apabila nilai-nilai Islam tidak hadir di tengah masyarakat kita, maka kehidupan terasa hampa, gersang dan beku. Perilaku individualistik, nafsi-nafsi dan eksklusif seakan-akan sudah menjadi pilihan lebih baik.

Cobalah tengok kehidupan sosial kita sebagai tetangga. Interaksi dengan warga lain dan keberadaan kita yang mungkin nyaris tak memberi kontribusi dan manfaat apa pun. Bahkan, kita melihat bahwa munculnya persoalan besar terkadang berawal dari persoalan kecil.

Misalnya, karena anak-anak yang berkelahi yang akhirnya melibatkan orang tua. Menegur tetangga dengan cara yang agak kasar karena suara radio atau televisi masuk ke dalam rumah. Atau persoalan lain yang sebenarnya dapat selesai bila dikomunikasikan dengan baik.

Putusnya jalinan komunikasi dan interaksi antar tetangga menjadi sebab utama munculnya masalah-masalah besar. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kesibukan setiap orang yang berangkat pagi menuju tempat kerja dan pulang petang membuat hubungan itu menjadi renggang atau putus.

Penting mengedepankan budaya tolong-menolong

Bahkan dua rumah yang terkadang hanya dipisahkan tembok rumah terkadang tidak saling kenal. Apakah karena tidak adanya waktu luang, atau tidak pernah meluangkan waktu untuk sekadar saling menyapa atau melempar senyum sembari menanyakan kondisi masing-masing.

Bila kultur seperti ini yang lebih kental ketimbang kebersamaan untuk mewujudkan sebuah lingkungan yang nyaman dan aman, masyarakat yang lebih peduli terhadap sesama, maka sangat wajar bila kita tidak menikmati kehidupan sosial yang baik di tengah komunitas masyarakat di mana kita berada.

Karena itu tidak aneh pula bila kita pernah mendengar ada seseorang yang meninggal dunia tanpa sepengetahuan tetangga sekitarnya. Dan diketahui hanya setelah tercium bau busuk dari kediamannya.

Budaya tolong-menolong salah satu prinsip dan landasan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat. Umpamanya menghidupkan budaya gotong-royong, tolong-menolong dan bahu-membahu yang tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan berat, tapi proses penyelesaiannya pun bisa jauh lebih cepat.

Allah Taala berfirman:

“Dan saling tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”

(Quran surah al-Maidah, ayat 2)

Dalam situasi yang sarat masalah dan beban hidup yang semakin berat seperti saat ini, sangat penting bagi kita untuk mengedepankan budaya tolong-menolong. Guna untuk  menyelesaikan berbagai persoalan berat yang dihadapi bersama.