Antara percaya dan ketenangan

Psikologi Komiruddin
Opini oleh Komiruddin
Antara percaya dan ketenangan
Antara percaya dan ketenangan © Airdone | Dreamstime.com

Kepercayaan itu berkaitan dengan perasaan dan hati. Dia akan tumbuh dan berkembang seiring dengan pengetahuan seseorang terhadap yang dipercaya.

Sebab itu kepercayaan itu diberikan, bukan diminta. Orang akan percaya dengan sendirinya ketika orang itu layak dipercaya.

Antara percaya dan ketenangan

Ia tidak dapat dipaksakan, sebab ia adalah buah dari intraksi yang lama antara yang percaya dan dipercayai. Bisa saja diawal doktrin mengharuskan kita percaya karena ia seorang tokoh agama atau karena ada ikatan organisasi.

Tapi perjalanan panjang dan interaksi yang lama akan berpengaruh kepada tingkat kepercayaan kita. Bisa bertambah atau berkurang atau hilang, tergantung pada hal-hal yang mempengaruhinya.

Di antara yang mempengaruhi kepercayaan adalah kurang amanah dan tidak transparan  dalam mengelolah aset bersama. Ketika seorang pengurus masjid diserahi bantuan keuangan lalu dia gunakan uang tersebut seperti miliknya, tidak transparan dan tidak ada laporan. Maka ini akan mengurangi kepercayaan jamaah masjid.

Di antara yang juga mempengaruhinya adalah kemampuan. Semakin besar kemampuan, semakin lebih banyak kepercayaan diberikan. Semakin lemah kemampuan, maka semakin lemah pula kepercayaan ditujukan.

Ketika kita menitipkan anak  ke tukang ojek agar diantar ke sekolah,  kita akan tenang dan tak merasa khawatir dengan keselamatan anak kita. Sebab kita tahu bahwa tukang ojek pandai mengendalikan sepeda motor.  Itu yang membuat kita percaya  kepada tukang ojek tersebut.

Kita akan merasa tenang menitipkan sejumlah uang kepada seorang investor,  ketika kita mengetahui kepiawaiannya dalam mengelola uang dengan bukti-bukti yang jelas. Ketenangan ini yang membuat kita percaya.

Ketika kita mengetahui bahwa si pulan datang untuk berhutang dan kita tahu dia tidak pernah bayar hutang. Maka hati kita tidak akan tenang untuk memberikan hutang kepada si pulan.

Hubungan antara ketenangan batin dan kepercayaan

Dari sini jelas  bahwa ada hubungan yang erat antara ketenangan batin dan kepercayaan. Kepercayaan tidak menghalangi seseorang untuk bertanya, bahkan meminta bukti.

Hal tersebut dilakukan agar apa yang menjadi permasalahan itu cleir dan kelar. Dan yang dimintai bukti harus memenuhi permintaan tersebut. Ketika Nabi Ibrahim a.s meminta diperlihatkan cara Allah SWT menghidupkan orang mati:

“Allah Taala mengatakan, apakah kamu belum percaya? Nabi Ibrahim a.s menjawab, ya saya percaya, tapi agar hatiku menjadi tenang.”

(Dialog ini direkam dalam surah Al-Baqarah, ayat 260)

Begitu juga ketika Bani Israil meminta kepada Nabi Isa a.s agar diturunkan hidangan dari langit. Nabi Isa menjawab:

Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman…” Mereka berkata; “kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati.

(Dialog ini direkam dalam surah Al-Maidah, ayat 112-113)

Demikianlah hubungan antara kepercayaan dan ketenangan atau kepuasan. Jadi, Tingkatkan kepuasan pada pelanggan, niscaya kepercayaan tak akan pindah ke lain hati.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.