Apa dua syarat amal diterima Allah Taala?

Islam untuk Pemula Roni Haldi Alimi
Terbaru oleh Roni Haldi Alimi
Apa dua syarat amal diterima Allah Taala?
Apa dua syarat amal diterima Allah Taala? © Akulamatiau | Dreamstime.com

Kita telah mengetahui, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-Nya. Setelah itu, Allah akan membalas pahala amal ibadah, sesuai dengan tingkatannya.

Namun, kita perlu menyadari bahwa amal ibadah kita, tidak semua akan diterima.

Persyaratan agar amal ibadah diterima

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Jika amal seseorang telah memenuhi persayaratan itu, berarti amalnya akan diterima Allah, dan jika kurang, maka akan ditolak.

Sebagai seorang muslim yang menghendaki agar amal ibadahnya diterima dan mendapatkan ganjaran dari Allah Taala, maka kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui dan selanjutnya memenuhi persyaratan itu.

Sebab, apalah artinya amal banyak, namun tidak mendatangkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala! Bahkan justru sebaliknya, menyebabkan murka Allah. Sia-sialah kita dalam beramal, kalau pada akhirnya akan ditolak dan dikembalikan kepada kita.

Dalam Al-Quran surah Al-Furqan, Allah Taala telah berfirman:

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

(Quran surah al-Furqan, ayat 23)

Ibnu Katsir menjelaskan, ini merupakan kejadian pada hari kiamat. Yaitu pada saat amal-amal dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melalui surah ini Allah memberitahukan, bahwasanya amalan-amalan orang kafir dan musyrik tidak menghasilkan apa-apa, berapa pun banyaknya.

Karena amalan-amalan mereka itu tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Allah Taala. Belum cukupkah firman Allah tersebut mendorong kita untuk mempelajari syarat diterimanya amal?

Apa dua syarat amal diterima Allah Taala?

Amal ibadah akan diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala, jika memenuhi dua syarat. Pertama, ikhlas. Artinya, beribadah hanya kepada-Nya saja dan karena Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak menerima satu amalan, kecuali amalan yang diikhlaskan untuk-Nya dan untuk mencari wajah-Nya.”

(Hadis riwayat An-Nasa’i)

Syarat kedua agar diterimanya amal seseorang ialah ittiba. Artinya, amal ibadah itu harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliaulah utusan Allah SWT yang diperintahkan untuk menyampaikan risalah-Nya.

Sebagai utusan-Nya, Baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan manusia yang paling mengetahui tentang risalah-Nya. Dan semuanya sudah disampaikan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka sudah seharusnya kaum muslimin mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Taala berfirman:

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(Quran surah al-i Imran, ayat 31)

Demikian itulah dua syarat yang disimpulkan oleh para ulama dari banyak dalil, baik dari Al-Quran maupun sunah Rasulullah SAW. Kedua syarat inilah yang akan menentukan amal kita diterima ataukah ditolak.

Sebagai seorang muslim, kita harus berusaha untuk mewujudkan kedua persyaratan tersebut ketika beramal. Rasanya sulit bagi kita untuk mewujudkannya, kecuali dengan senantiasa belajar dan belajar lagi.

Dan alhamdulillah, pada saat ini kita tidak terlalu kesulitan mempelajari agama kita. Berbagai media telah dimanfaatkan oleh para dai untuk membantu kita dalam memahami ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian bagaimanakah kita sekarang? Maukah kita mempelajari agama ini untuk memperbaiki amaliah kita ataukah tidak? Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita kemudahan untuk mempelajari, memahami dan selanjutnya mengamalkan ilmu yang sudah kita terima.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.