Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Apa itu hadis Qudsi? Apa contoh dari hadis Qudsi?

Islam untuk Pemula 22 Feb 2021
Pilihan oleh Asna Marsono
Apa itu hadis Qudsi? Apa contoh dari hadis Qudsi?
Apa itu hadis Qudsi? Apa contoh dari hadis Qudsi? © Luis Leamus | Dreamstime.com

Hadis Qudsi adalah perkataan Allah Taala yang tidak diturunkan sebagai ayat Al-Quran, tetapi yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya melalui mimpi atau melalui inspirasi dalam hatinya.

Ia disampaikan oleh Rasulullah SAW dengan perkataan dan bahasa Baginda sendiri kepada umatnya.

Cara mengenali hadis Qudsi

Karena hadis-hadis ini berhubungan langsung dengan Allah SWT, maka mereka disebut Hadis Qudsi. Firman hadis Qudsi adalah milik Allah, tetapi diriwayatkan oleh Rasulullah SAW. Di sisi lain, kata-kata dan bahasa ayat-ayat Al-Quran adalah semua karunia Allah.

Cara mengenali hadis Qudsi adalah bahwa dalam hadis-hadis ini, Rasulullah SAW menambahkan kata ‘Allah berfirman’.

Contoh dari hadis Qudsi

Dalam diskusi hari ini, kita akan membahas sebuah hadis terkenal Qudsi. Hadisnya adalah sebagai berikut:

Allah berfirman, ” Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) di antara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku, semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan.

 

Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian. Maka, mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Hamba-Ku, kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari. Dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada- Ku niscaya akan Aku ampuni.

 

Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada- Ku. Hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun.

 

Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin di antara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka di antara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi. Niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan.”

(Hadis riwayat Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Siapa yang berbuat zalim?

Dalam hadis di atas, Allah SWT melarang orang untuk berbuat zalim satu sama lain, dan untuk menunjukkan betapa kejinya penindasan, Allah telah menyatakan kezaliman dilarang bagi diri-Nya sendiri.

Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada yang dapat menolak atau berlindung dari kekuatan Allah SWT. Hanya orang beriman yang akan selamat, karena mereka menjadikan Allah sebagai pelindung mereka.

Walaupun Allah SWT Mahakuasa atas segalanya, namun Allah tidak akan pernah berbuat penganiayaan pada ciptaan-Nya. Karena berbuat zalim dan adil adalah hal yang berkebalikan. Zalim merupakan pelanggaran terhadap kemuliaan Allah.

Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat zalim

Salah satu bukti kemahakuasaan Allah Taala adalah bahwa Allah bebas dari segala bentuk penindasan. Allah tidak akan dan tidak perlu kezaliman untuk memenuhi keinginan-Nya. Karena Allah sendiri yang telah menjanjikan untuk berbuat adil kepada segalanya.

Allah berfirman, “Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.”

(Quran surah al-i Imraan, 3:182)

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam.”

(Quran surah al-i Imraan 3:108)

Haram (dilarang) untuk saling menindas satu sama lain

Allah SWT tidak hanya melarang kezaliman pada-Nya, namun juga pada makhluk-Nya seperti dalam hadis Qudsi di atas.

Allah berfirman, ” Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.”

(Quran surahal-Kahf, 18:59)

Salah satu kezaliman terbesar di dunia adalah mempersekutukan seseorang dengan Allah Taala.

Allah berfirman, “Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh dia telah tersesat jauh sekali.”

(Quran surah an-Nisaa, 4:116)