Apa klasifikasi dosa?

Masyarakat Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Apa klasifikasi dosa?
Apa klasifikasi dosa? © Heru Anggara | Dreamstime.com

Tidak ada manusia yang sempurna tanpa ada cacat, tanpa ada keburukan dan tanpa ada dosa sepanjang sejarah hidupnya. Karena manusia selalu bersama saudaranya yang lain, berintraksi dalam menjalani kehidupan dan selalu bersentuhan dalam berkarya dan beramal.

Jadi wajar, manusia atau kita terkadang melakukan kesalahan, kekhilafan dan bahkan melakukan kemaksiatan dan dosa.

Apa klasifikasi dosa?

Rasulullah SAW bersabda:

“Semua anak cucu Adam banyak salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.”

(Hadis riwayat at-Tirmidzi, dari sahabat Anas r.a)

Dosa atau kesalahan yang sering dilakukan manusia, terbagi menjadi dua bagian.

Dosa berkaitan hak-hak manusia (Hak Adami)

Bentuk dosa yang berkaitan dengan hak-hak manusia permasalahannya agak rumit. Hal ini disebabkan dosa seperti ini tidak akan bebas (diampuni), selama orang yang terkait belum memaafkan dan menghalalkannya.

Maaf memaafkan dosa atau kezaliman di antara manusia lebih susah dan sulit. Beda dosa yang kaitan dengan Allah SWT.

Dosa berkaitan langsung dengan Allah Taala

Allah Maha Suci untuk didurhakai. Pengampunan dari segala dosa yang berkaitan dengan Allah Rabbul ’Alamin lebih dekat dan lebih dapat diharapkan, kecuali dosa menyekutukan-Nya (dosa syirik). Sebab, dosa tersebut tidak akan diampuni.

Berkaitan dengan dua bentuk dosa di atas, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin,  Aisyah r.a.

”Mahkamah peradilan Allah itu ada tiga. Pertama, peradilan yang Allah tidak memperdulikannya. Kedua, peradilan di mana Allah tidak meninggalkan urusan sekecil apa pun. Ketiga, peradilan di mana Allah tidak memberikan ampunan di dalamnya. Adapun peradilan yang tidak ada ampunan di dalamnya adalah kemusyrikan.

 

Allah SWT berfirman: Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya Surga (al-Maidah, ayat 72).

 

Adapun peradilan yang Allah tidak memperdulikannya adalah peradilan hamba yang mendzalimi dirinya sendiri, dan dosanya terkait antara dia dengan Allah SWT,  maka Allah akan mengampuninya dan Insya Allah dianggap tidak ada. Adapun peradilan yang Allah SWT tidak meninggalkan sekecil apapun (teliti) adalah kedzaliman yang terjadi antara hamba dengan yang lainnya, maka qishash pasti terjadi.”

(Hadis riwayat Imam Ahmad)

Dengan memahami klasifikasi dosa di atas, kita harus tetap waspada dalam menjalani kehidupan yang fana. Kita lihat kembali selama berinteraksi dengan saudara, keluarga, tetangga, teman karib dan masyarakat.

Adakah kezaliman yang pernah kita lakukan? Adakah dosa yang pernah kita tuangkan dalam kanvas kehidupan kita? Ingat bahwa kezaliman di Dunia adalah kegelapan di Akhirat.