Apa tiga kunci kemuliaan umat?

Islam untuk Pemula Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Apa tiga kunci kemuliaan umat?
Apa tiga kunci kemuliaan umat? © Arief Bagus | Dreamstime.com

Ramadan yang bakal berlalu pasti akan memberikan pelajaran yang berarti kepada kita. Satu di antaranya adalah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang mulia, keluarga yang mulia, bangsa yang mulia dan umat yang mulia.

Allah Taala telah menciptakan kita sebagai manusia yang mulia.

Harga diri dan kemuliaan umat Allah SWT

Pada masa Rasulullah SAW, terjadi perang Badar pada bulan Ramadan. Meskipun jumlah kaum muslimin hanya 314 orang dan orang kafir 1000 lebih, tapi perang itu dimenangkan oleh umat Islam.

Setelah perang berakhir, ternyata orang-orang kafir meninggalkan harta yang menjadi pampasan perang, disebut dengan ghanimah. Ada sedikit keributan yang tidak pantas dilakukan oleh para sahabat berkenaan dengan pembagian harta itu.

Bila konflik ini berkembang, niscaya jatuh harga diri dan kemuliaan sebagai umat, maka Allah SWT menurunkan firman-Nya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah, perbaikilah hubungan diantara diantara kamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”

(Quran surah Al-Anfal, 8:1)

Ketika mengomentari ayat-ayat di dalam surat Al-Anfal, Sayyid Quthb dalam tafsirnya ‘Fi Dzilalil Quran’ menyatakan:

“Sungguh merinding seseorang ketika melihat para peserta perang Badar membicarakan harta rampasan perang. Padahal, mereka adalah kaum Muhajirin yang telah rela meninggalkan sesuatu untuk berjihad guna menyelamatkan aqidah mereka, tanpa menghiraukan kekayaan dunia sedikitpun. Sementara itu, orang-orang Anshar yang telah membantu kaum muhajirin dengan merelakan harta dan rumah-rumah mereka untuk dimakan dan ditempati bersama, tidak ada sedikitpun yang bakhil terhadap kekayaan dunia.”

Tiga kunci kemuliaan umat

Dari ayat di atas, dapat kita simpulkan bahwa ada tiga kunci kemuliaan bagi kaum muslimin yang harus selalu dimiliki dan dipertahankan. Karenanya, pada kesempatan yang mulia ini, amat penting untuk kita kaji bersama.

Bertakwa kepada Allah Taala

Takwa merupakan salah satu kunci kemuliaan manusia. Karena itu, semua Nabi dan Rasul mengarahkan umatnya untuk bertakwa kepada Allah SWT. Ini berarti kemuliaan manusia bukan terletak pada postur tubuh, paras atau wajah apalagi dari sisi hartanya.

Maka, ribut soal harta apalagi sampai merusak hubungan sesama bukanlah kepribadian orang bertakwa, tapi justeru hal itu merusak ketakwaan yang telah dimilikinya.

Ibadah puasa Ramadan yang baru kita laksanakan merupakan suatu proses, proses agar kita menjadi takwa. Takwa adalah memelihara diri dari siksa Allah SWT dengan mengikuti segala perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, bahkan di manapun seseorang berada.

Menjalin hubungan yang baik dengan sesama muslim

Manakala kita saling bermusuhan, bagaimana mungkin kita disebut sebagai orang yang mulia. Apalagi bila pangkal permusuhan itu karena memperebutkan harta yang sebenarnya sudah ada ketentuannya di dalam Islam.

Apalagi dalam kehidupan keluarga yang sering terjadi konflik memperebutkan harta waris. Karena itu permusuhan atau konflik tidak boleh dibiarkan terus berlangsung apalagi berkepanjangan. Ishlah atau memperbaiki hubungan diantara sesama muslim amat penting.

Taat kepada Allah SWT dan Rasul

Kunci kemuliaan seorang mukmin terletak pada ketaatannya kepada Allah Taala dan rasul-Nya. Karena itu dengan sebab para sahabat ingin menjaga citra kemuliaanya, maka mereka contohkan kepada kita ketaatan yang luar biasa kepada apa yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya.

Manakala seorang muslim telah mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya, maka ia akan memperoleh kenikmatan sebagaimana yang telah diberikan kepada para Nabi, orang yang jujur, orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Bahkan, mereka adalah sebaik-baik teman yang harus kita miliki. Allah berfirman:

“Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa sebagai mukmin, apalagi yang terikat dalam ikatan jamaah muslim harus betul-betul mampu mempertahankan citra diri dalam kehidupan ini.”

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.