Apa yang harus kamu ketahui sebelum menikah?

Pernikahan 06 Apr 2021 Asna Marsono
Asna Marsono
Apa yang harus kamu ketahui sebelum menikah?
Apa yang harus kamu ketahui sebelum menikah? © Asnidamarwani | Dreamstime.com

Pernikahan adalah ikatan sosial atau kontrak hukum di mana hubungan perkawinan terjalin antara seorang pria dan seorang wanita. Dengan cara ini keluarga yang ideal dan masyarakat yang aman terbentuk.

Pernikahan tidak hanya hubungan dekat antara pria dan wanita tetapi juga alat kunci dalam membangun masyarakat yang sehat dan normal. Perencanaan harus dilakukan sebelum menikah sehingga kehidupan perkawinan itu indah.

Apa yang harus kamu ketahui sebelum menikah?

Berikut adalah beberapa tips penting untuk memulai kehidupan menikah yang indah. Yang akan sangat berbuah untuk pria dan wanita Insya Allah:

1. Salat Istikharah sebelum menikah

Pernikahan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan semua pria dan wanita. Jadi ketika seseorang memutuskan untuk menikah, itu adalah tugas mereka untuk mencari kebaikan dari Allah SWT melalui Istikharah.

Jika memang jodoh itu baik untuk seseorang, Allah Taala akan membawa dekat kepadanya. Jika jodoh itu buruk, Allah akan menjauhkan seseorang dari itu dan menggantikannya dengan yang lebih baik.

Karena pernikahan ini adalah hal yang akan dijalani bersama hingga akhir hayat, penting baginya untuk mengetahui apakah jodoh itu baik atau buruk bagi seseorang.

2. Konsultasikan dengan orang-orang berpengalaman

Sebelum melanjutkan pernikahan, seseorang harus berkonsultasi dengan seseorang yang berpengalaman dalam subjek pernikahan.

Nabi SAW pernah meminta nasihat dan pendapat dengan sahabat-sahabatnya dalam hal apapun. Abu Huraira r.a berkata:

“Saya belum melihat orang lain selain Rasulullah SAW, lebih banyak berkonsultasi dengan teman-temannya.”

(Hadis riwayat Tirmidzi)

Namun siapapun yang dikonsultasikan, dalam hal ini juga memiliki kewajiban untuk menjaga loyalitas. Dan tentu saja, orang tersebut harus dapat menahan diri untuk tidak memberitahu siapa pun tentang konsultasi ini.

3. Melihat pengantin wanita atau pengantin pria sebelum anda menikah

Syariat Islam memungkinkan kedua mempelai bertemu sebelum menikah. Tetapi ada juga pedoman yang jelas tentang itu. Rasulullah SAW berkata:

“Ketika salah satu dari kalian melamar pernikahan dengan seorang wanita, maka jika dia bisa melihat kecantikan wanita yang membuatnya terpesona dan menginspirasi gadis itu untuk menikahinya, biarkan dia melihatnya.”

4. Mendapatkan izin dari pengantin wanita di pernikahan

Sangat penting untuk mendapatkan izin dari seorang wanita dalam pernikahan. Seseorang berhak mencari pendapat mempelai wanita dalam keputusan pernikahan. Juga tidak pantas baginya untuk melampaui ayah atau wali.

Rasulullah SAW berkata:

“Seorang wanita yang telah menikah sebelumnya memiliki hak lebih untuk memutuskan sendiri dari pada ayah atau walinya, dan izin harus diupayakan untuk menikahi seorang gadis perawan. Tapi termasuk diam adalah persetujuannya.”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

5. Interaksi sebelum anda menikah

Sebelum menikah, seorang wanita dapat berkomunikasi dengan pria yang mengusulkan pernikahan melalui ponsel, surat, atau cara lain. Namun, kontak ini hanya akan membahas akad nikah atau persyaratan. Dan komunikasi ini harus dengan cara yang tidak membawa perasaan.

Perhatikan juga bahwa komunikasi ini harus dengan persetujuan orang tua atau wali. Tetapi sebelum menikah, pergi keluar dengan calon pengantin, melakukan perjalanan, atau tinggal di kesendirian benar-benar dilarang dalam Islam.

Karena pria itu bukan salah satu dari wanita sampai dia menikah. Hal ini wajib untuk melindungi layar antara kedua calon pengantin.

6. Tidak melamar seseorang saat dia berbicara tentang pernikahan dengan orang lain

Dilarang keras dalam hukum Islam untuk mengusulkan pernikahan dengan seorang wanita pada saat dia sedang bernegosiasi untuk menikah dengan orang lain atau ketika seorang wanita telah setuju untuk menikah dengan orang lain.

Namun, jika pelamar pertama memberikan izin atau menarik tunangan pernikahan, maka yang kedua dapat mengusulkan pernikahan dengan wanita itu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang mukmin adalah saudara dari orang-orang yang beriman. Jadi dilarang bagi satu saudara laki-laki untuk menagih lebih dari satu saudara ketika membeli sesuatu, atau ketika satu saudara melamar seorang wanita, dilarang bagi saudara lain untuk mengusulkan pernikahan dengannya kecuali dia memberinya izin.”

(Hadis riwayat Muslim)

7. Tidak menolak tawaran pengantin yang cocok

Seharusnya tidak ditolak ketika lamaran pernikahan berasal dari pengantin yang cocok. Rasulullah SAW mengimbau dalam hal ini.

Rasulullah SAW berkata:

“Jika seseorang mengusulkan pernikahan kepada kamu yang kebenaran dan karakternya kamu puas, kamu harus menikahinya. Jika kamu tidak melakukan itu, akan ada kekacauan dan anarki di masyarakat.”

(Hadis riwayat Tirmidzi)

Rasulullah SAW menambahkan:

“Tiga hal tidak boleh ditunda. 1. Melakukan salah – ketika saatnya tiba, 2. Penguburan – ketika doa pemakaman dilakukan dan 3. Pernikahan seorang wanita – ketika seorang pria dengan status yang sama mengusulkannya untuk menikah.”

(Hadis riwayat Tirmidzi)