Apakah benar meninggal di bulan Ramadan atau hari Jumat akan langsung masuk Surga?

Islam untuk Pemula Asna Marsono
Asna Marsono
Apakah benar meninggal di bulan Ramadan atau hari Jumat akan langsung masuk Surga?
Apakah benar meninggal di bulan Ramadan atau hari Jumat akan langsung masuk Surga? © Muhammad Susanto Prabowo | Dreamstime.com

Sering kita mendengar di masyarakat apabila seseorang meninggal pada hari Jumat atau di bulan Ramadan, seseorang akan langsung masuk Surga.

Walau kita percaya bahwa di bulan dan hari yang suci akan ada banyak keberkahan yang dilimpahkan, tapi apakah benar jika seseorang akan langsung bebas dari siksa kubur saat meninggal di waktu tersebut?

Dari mana asal muasal berita ini?

Hadis tentang meninggal di bulan Ramadan dan pada hari Jumat

Dikisahkan dari Abdullah bin Umar r.a, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang meninggal pada siang atau malam Hari Jumat atau di bulan Ramadan, Allah pasti akan melindunginya dari fitnah kubur.”

(Hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi)

Menjelaskan hadis ini mengenai meninggal di bulan Ramadan, para ulama telah mengatakan bahwa di sini fitnah berarti pertanyaan-pertanyaan Munkar-Nakir di kuburan atau siksaan kubur. Abu Nu’aim telah meriwayatkan hadis lain dari Jabir r.a dalam bukunya Hilyah, yang dengan jelas menyebutkan siksaan kubur.

Intinya adalah bahwa orang yang menjalani kehidupan dan kematian, tidak peduli hari atau bulan apa dia meninggal, jika seseorang memiliki iman yang kuat, pasti akan ada kesuksesan di Akhirat, InsyaAllah.

Itulah sebabnya dalam Al-Qur’an setiap ayat dari berita baik Surga berbicara tentang iman dan perbuatan baik. Juga mengumumkan semua hal yang akan didapatkan di surga.

Di Masa Hisab, amal baik dan buruk akan dihitung

Pertanyaan yang lumrah di masyarakat adalah apakah Non-Muslim, sekalipun mereka yang melakukan perbuatan baik dan kesejahteraan bekerja di masyarakat, tidak akan mendapatkan imbalan atas pekerjaan mereka di Akhirat?

Allah SWT telah memberikan jawaban atas pertanyaan ini dalam bahasa yang jelas di banyak tempat dalam Al-Quran. Di akhirat kelak, di hari itu, orang-orang yang hidup di dalamnya akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Tuhan.

Tetapi syaratnya adalah bahwa semua perbuatan baik ini harus dilakukan dengan iman. Karena perbuatan tanpa iman tidak memiliki nilai di sisi Allah SWT. Allah berfirman:

“Demi Masa; Sungguh, manusia berada dalam kerugian; Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.”

(Quran surah al-Asr, 103:1-2)

Dalam ayat lain, Allah Taala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka Surga tempat tinggal dan tempat tinggal yang baik,”

(Quran surah al-Kahf, 18:107)

Oleh karena itu, intinya adalah tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti apakah Surga atau Neraka ada hubungannya dengan orang yang meninggal di bulan Ramadan atau pada hari Jumat. Hanya Allah SWT yang mengetahui segalanya.

Meninggal di bulan Ramadan atau di hari Jumat tidak menjamin Surga

Hubungan mengenai Surga dan Neraka erat kaitannya dengan kuatnya iman dan takwa seseorang di dunia. Di Akhirat kelak, penghisaban akan dihitung berdasarkan dengan amal baik buruknya seseorang di dunia untuk menentukan tempat mereka antara Surga atau Neraka.

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh di dunia ini dengan keimanan dan amal saleh, maka ia akan mati pada hari itu di akhirat dan akan dihisab dengan mudah dan akan kembali kepada sanak sangkaan. Dia bisa diharapkan masuk surga, InsyaAllah.

Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan musyrik dan tidak beriman dengan Allah SWT dan Rasul-Nya, meski meninggal di hari Jumat dan bulan Ramadan sekalipun tidak akan menyelamatkannya dari siksa api Neraka.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”

(Quran surah an-Nisaa, 4:48)

Jika orang yang sekarat adalah seorang Muslim dan meninggal saat berada di jalan dosa, nasibnya akan ditentukan oleh keinginan Allah Taala. Jika Allah menghendaki untuk mengampuninya dan memasukkannya langsung ke Surga, makai ia akan mendapatinya. Ingatlah bahwa Allah adalah Yang Maha Adil dalam segala putusannya.

Barangsiapa yang setelah dihisab timbangan dosanya lebih berat dari pahalanya, makai ia akan disiksa di Neraka untuk mensucikan dirinya. Seberat-berat dosa, jika ia masih beriman, setelah beberapa waktu berlalu, ia akan memasuki Surga.

Oleh karena itu, setiap orang harus berusaha untuk masuk Surga melalui perbuatan baik, tanpa memikirkan hari-hari, bulan, dan tempat-tempat khusus. Semoga Allah SWT memberikan karunia kepada kita untuk melakukan perbuatan baik dengan iman. Aamin.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.