Arti politik yang sesungguhnya dalam Islam

Kepercayaan Iman Terimo 03-Jun-2020
Arti politik yang sesungguhnya dalam Islam © Suryo | Dreamstime.com

Jika bicara soal masalah politik memang tidak akan ada habisnya. Hal ini dikarenakan politik memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah negara.  Arti dari politik sendiri adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai segala harapan dan keinginan terbaik dari masyarakat. Selain itu, politik juga merupakan aktivitas atau kegiatan yang pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan atau mempertahankan suatu kedudukan penting di negara.

Oleh karena itu, dunia politik selalu berkaitan dan tidak akan pernah terlepas dari pengawasan pemerintahan. Jika bagi negara politik ini sangat penting, namun bagaimana menurut pandangan Islam? Apakah Islam juga mengajarkan berpolitik? Apakah politik dalam Islam sama pentingnya dengan negara?

Pandangan politik secara Islam memang banyak menimbulkan banyak pro dan kontra. Sebagian umat muslim menyatakan jika politik dalam Islam itu tidak penting dan bahkan tidak ada. Namun, sebagiannya lagi berpendapat jika politik dan agama itu adalah hal yang sangat berbeda, sehingga tidak ada kaitannya. Menurut Imam Al Mawardi, beliau mengatakan seorang imam tidak hanya menjadi seorang pemimpin agama. Namun, seorang imam juga akan menjadi seorang pemimpin politik. Selain itu, politik dalam Islam ini bukanlah suatu perlombaan untuk merebut suatu kedudukan tertinggi di sebuah negara.

Politik dalam Islam juga tidak haus akan tawaran kekuasaan yang tentunya sangat menggiurkan bagi setiap orang. Dalam bahasa Arab, politik adalah Siyasah yang memiliki arti mengatur, memelihara, dan mengurusi. Maksudnya, menurut Imam al-Bujairimi politik dalam Islam ini memiliki peran untuk membantu menyelesaikan segala permasalahan masyarakat serta menata dan membimbing mereka agar selalu taat dengan peraturan pemerintahan. Oleh karena itu, nyatanya antara politik dan Islam saling berkaitan sehingga tidak dapat dipisahkan.

Terdapat beberapa argumen muncul untuk lebih meyakinkan hubungan antara Islam dan politik:

Agama Islam memang mengatur berbagai hal dalam kehidupan. Namun, Islam juga tidak hanya mengatur mengenai ibadah atau akhlak seseorang saja. Hal ini dikarenakan Islam juga mengatur tentang muamalah yang meliputi politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Argumen ini juga tercantum dalam ayat suci Al-Quran seperti pada surat Al-Maidah, ayat 32; Al-Baqarah, ayat 275; dan Thaha, ayat 114.

Ternyata, politik juga sudah ada pada zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini dikarenakan, beliau sangat dipercaya dan diamanatkan untuk menjadi seorang pemimpin di Madinah. Sifatnya yang siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas) inilah yang membuat Rasulullah menjadi sosok yang sangat tepat untuk menjadi kepala negara Islam. Hidup masyarakat di Madinah menjadi lebih sejahtera saat dipimpin oleh Nabi.

Agama Islam selalu mengajarkan kepada para umatnya untuk selalu berbagi kebaikan dan manfaat dengan sesama. Hal ini juga berlaku dalam politik Islam agar masyarakat dapat menjadi lebih maju dan bermanfaat bagi negara. Oleh karena itu, para pemimpin negara memiliki tugas penting untuk membangun masyarakat yang bijaksana.

Politik Islam juga harus diamalkan sesuai dengan syariat Islam dengan syarat utama harus sesuai dengan hukum. Politik dalam suatu negara tidak boleh bertentangan dengan aturan-aturan syariat Islam agar masyarakat mendapatkan keadilan dan terhindar segala keburukan. Tidak hanya itu saja, politik Islam tetap harus mengikuti dalil-dalil syariat dan disesuaikan dengan zaman, tempat, dan kondisi masyarakat atau negara.

Terakhir adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran. Maksud dari ini adalah politik Islam seharusnya bersifat adil, jujur, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, seorang pemimpin bertugas untuk membagikan informasi penting kepada masyarakat agar mereka tidak khawatir dengan kondisi negaranya.