Artificial Intelligence: Antara bantuan dan ancaman

Teknologi 02 Mar 2021 Sanak
Pilihan oleh Sanak
Artificial Intelligence: Antara bantuan dan ancaman
Artificial Intelligence: Antara bantuan dan ancaman © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi kecerdasan manusia yang diprogram pada sebuah mesin sehingga bisa berpikir layaknya manusia dan meniru tindakan mereka. Istilah ini juga dapat diterapkan pada mesin apa pun yang menunjukkan ciri-ciri yang terkait dengan pikiran manusia seperti pembelajaran dan pemecahan masalah.

Karakteristik ideal dari kecerdasan buatan adalah kemampuannya untuk merasionalisasi dan mengambil tindakan yang memiliki peluang terbaik untuk mencapai tujuan tertentu.

Memahami Artificial Intelligence

Bagian dari kecerdasan buatan adalah program komputer yang dapat secara otomatis belajar dan beradaptasi dengan data baru tanpa dibantu oleh manusia. Teknik pembelajaran otomatis didapat melalui penyerapan sejumlah besar data tidak terstruktur seperti teks, gambar, atau video.

Dalam pikiran orang awam, hal pertama yang biasanya mereka pikirkan tentang kecerdasan buatan adalah robot. Hal itu disebabkan film dan novel yang menceritakan tentang mesin mirip manusia yang mendatangkan malapetaka di Bumi.

Tentu cerita fiksi ilmiah tersebut sangat jauh dari kebenaran. Tujuan dari kecerdasan buatan meliputi pembelajaran, penalaran, dan persepsi. Seiring kemajuan teknologi, AI terus berkembang untuk menguntungkan banyak industri.

Mesin dihubungkan dengan menggunakan pendekatan lintas disiplin berdasarkan matematika, ilmu komputer, linguistik, psikologi, dan bidang lainnya.

Penerapan Artificial Intelligence

Aplikasi untuk kecerdasan buatan tidak terbatas. Teknologi ini dapat diterapkan ke berbagai sektor dan industri.

Dalam bidang kesehatan, teknologi AI digunakan dalam pemberian dosis obat dan perawatan yang berbeda pada pasien. Selain itu AI dapat membantu prosedur pembedahan di ruang operasi.

Kecerdasan buatan dapat juga diaplikasikan pada komputer yang bermain catur dan mobil yang bisa mengemudi sendiri. Masing-masing mesin ini harus mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan apa pun yang mereka lakukan, karena setiap tindakan akan memengaruhi hasil akhirnya.

Dalam catur, hasil akhirnya adalah memenangkan permainan. Untuk mobil yang dapat mengemudi sendiri, sistem komputer harus memperhitungkan semua data eksternal dan menghitungnya sehingga bisa mencegah tabrakan.

Teknologi AI juga dapat ditemui dalam sektor keuangan, di mana ia digunakan untuk mendeteksi dan menandai aktivitas di perbankan dan keuangan sehingga dapat dihindari penipuan bank.

Aplikasi untuk AI juga digunakan untuk membantu merampingkan dan membuat perdagangan lebih mudah. Ini dilakukan dengan membuat penawaran, permintaan, dan harga sekuritas lebih mudah diestimasi.

Mesin menjadi sangat berkembang, manusia tidak mampu mengikutinya?

Kenyataannya kecerdasan buatan dapat dibagi menjadi dua yaitu lemah dan kuat. Kecerdasan buatan yang lemah mewujudkan sistem yang dirancang untuk melakukan satu pekerjaan tertentu. Seperti pada permainan catur dan asisten Google. Anda mengajukan pertanyaan, ia menjawabnya.

Sistem kecerdasan buatan yang kuat adalah sistem yang menjalankan tugas-tugas yang dianggap mirip manusia. Ini cenderung menjadi sistem yang lebih kompleks dan rumit.

Mereka diprogram untuk menangani situasi di mana mereka mungkin diminta untuk memecahkan masalah tanpa campur tangan seseorang. Sistem semacam ini dapat ditemukan dalam aplikasi seperti mobil tanpa pengemudi atau di ruang operasi rumah sakit.

Sejak awal, kecerdasan buatan telah mendapat sorotan dari para ilmuwan dan publik. Salah satu isu yang berkembang adalah bahwa mesin akan menjadi sangat berkembang sehingga manusia tidak akan mampu mengikutinya.

Mereka akan sedemikian maju, mendesain ulang diri sendiri dengan kecepatan eksponensial. Hanya menunggu waktu ia akan meretas privasi orang dan bahkan dijadikan senjata. Ketika itu terjadi, maka manusia akan diambang kepunahan.