Ashabul Kahfi: Fakta atau ilusi?

Al-Quran Sanak
Terbaru oleh Sanak
Ashabul Kahfi: Fakta atau ilusi?
Ashabul Kahfi: Fakta atau ilusi? (foto: Gua Ashabul Kahfi di Amman, Yordania) © islamiclandmarks.com

Ashabul Kahfi adalah sekolompok pemuda yang tertidur di dalam sebuah gua selama 309 tahun. Sejarawan memperkirakan mereka hidup pada masa Raja Diqyanus yang memerintah Romawi  antara tahun 249 hingga 251 sebelum masehi.

Menyelamatkan iman

Kisah Ashabul Kahfi diceritakan Allah Taala di dalam Al-Quran pada surah Al-Kahfi dari ayat 9 hingga 26. Cerita bermula ketika pemuda-pemuda saleh ini melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua untuk menyelamatkan iman mereka.

Pasalnya, Raja Diqyanus yang terkenal bengis itu memaksa mereka untuk menyembah berhala. Tentu sudah ada hukuman yang menunggu jika mereka tidak mau menuruti titah sang raja.

Dengan izin Allah SWT, pemuda-pemuda itu ditidurkan Allah selama 309 tahun, kemudian dibangkitkan lagi ketika raja telah berganti. Mereka tidak menyadari hingga salah seorang dari mereka ke pasar untuk membeli makanan. Uang yang mereka gunakan tidak dikenali dan mereka pun diketahui sebagai pemuda-pemuda yang saleh.

Lokasi gua

Ada tiga negara yang mengklaim gua Ashabul Kahfi berada di wilayah mereka, yaitu Turki, Jordan, dan Syiria. Para arkeolog, ulama klasik, dan ulama kontemporer pun melakukan penelitian di tiga tempat tersebut dan mencocokan dengan informasi dari Al-Quran.

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”

(Quran, surah Al-kahfi ayat 17)

Berdasarkan ayat tersebut, tim ahli meyakini bahwa gua yang dimaksud berada di Arraqim, Amman, Yordania. Gua ini memiliki lubang di atasnya sehingga cahaya bisa masuk. Selain itu ukurannya sangat luas dan lapang, serta tidak terlalu dalam sehingga sangat cocok dengan pernyataan Al-Quran.

Melintasi zaman

Sekarang ini banyak yang mengagungkan Teori Relativitas Einstein. Poin pentingnya, waktu akan melambat dan jarak akan memendek ketika bergerak dengan kecepatan cahaya.

Dari teori ini muncullah film-film fiksi ilmiah tentang lorong waktu dan perjalanan antar bintang. Semuanya menerima, tanpa ada cela. Peristiwa melintasi zaman yang terjadi pada Ashabul Kahfi, sama halnya seperti kita memahami Teori Relavitas Einstein.

Namun sayangnya, bagi orang yang tidak beriman, cerita Ashabul Kahfi adalah bualan. Padahal yang sebenarnya, akal mereka sulit menerima karena tidak tunduk pada Sang Pencipta.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.