‘Atiqullah, hamba yang dibebaskan Allah SWT

Kepercayaan Sanak 26-Jun-2020
Masjid Abu Bakar di Madinah © Ayşegül Muhcu | Dreamstime.com

Namanya Abdullah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib Alqurasyi At-Taimi. Mungkin hanya sedikit yang tahu nama tersebut. Dialah Abu Bakar r.a., sahabat Rasul yang mulia. Ash-Shiddiq adalah gelar kehormatan yang diberikan kepadanya dan dengan sebutan inilah ia dikenal. Namun demikian, ada julukan lain yang ditambatkan Nabi Muhammad SAW untuknya yaitu Al ’Atiq.

Banyak sebab dan alasan mengapa beliau diberi gelaran ini. Sebuah riwayat menerangkan bahwa Abu Bakar r.a. diberi julukan Al’Atiq dikarenakan keelokan rupanya. Keterangan lain menyebutkan karena beliau adalah orang yang terdahulu dan terdepan dalam kebaikan. Ada juga yang berpendapat karena kesahajaan wajahnya.

Selain itu, ada pula yang keterangan  yang menyebutkan bahwa ibunda Abu Bakar r.a. selalu mempunyai anak yang tidak berumur panjang. Lalu ketika Abu Bakar lahir, ia membawanya di depan Kakbah seraya berkata, “Ya Allah, sesungguhnya anak ini adalah ‘atiquka (anak yang Engkau bebaskan) dari kematian, maka karuniakanlah ia untukku.”

Sebenarnya yang menyempurnakan dari keterangan di atas adalah perkataan Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a. Pada sebuah riwayat, istri Nabi yang juga anak dari Abu Bakar r.a. ini berkata, “Suatu ketika, Abu Bakar Ash-Shiddiq masuk menemui Rasulullah, lalu beliau berkata kepadanya, ‘Bergembiralah kamu karena kamu adalah ‘atiqullah (hamba yang dibebaskan Allah) dari neraka.’”

Selain dari julukan tersebut, ada gelar lain yang disengaja disebutkan Allah SWT di dalam Al Quran untuk Abu Bakar r.a. Pada surah At Taubah, ayat 40, beliau disebut sebagai Ash-Shahibi yang artinya teman yang menemani Rasulullah SAW ketika berhijrah ke Madinah. Selain itu beliau juga dipanggil Al-Atqa, orang yang paling bertaqwa sebagaimana tertulis pada surah Al-Lail, ayat 17.

Disebutkan sebuah keterangan dari Ibrahim Annakha’i dalam kitab Ath-Thabaqat Alkubra, ia berkata, “Abu Bakar Ash-Shiddiq dijuluki Al-Awwah karena kelemah-lembutan, kasih sayang, dan sensitivitas hatinya yang mudah terharu dan menangis.”

Ash-Shiddiq, Al ’Atiq, Ash-Shahibi, Al-Atqa, dan Al-Awwah bukanlah sekedar gelaran. Julukan tersebut merupakan manifestasi dari akhaqul karimah terhadap Allah SWT, Rasul dan sesama. Hasilnya adalah sebuah janji di akhirat.  Sungguh tidak ada cita-cita yang lebih tinggi dari pada terbebasnya seorang hamba dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Rasulullah SAW adalah suri taudalan kita, tidak ada yang paling baik mencontoh Rasulullah selain sahabat yang menyertai beliau dalam suka dan duka. Di antara mereka, Abu Bakar Ash-Shiddiq  r.a. adalah yang paling utama. Sudah sepantasnya kita mengikuti jejak beliau.