Ayam goreng Al-Baik – kuliner populer Arab Saudi 

Timur Tengah 21 Mar 2021 Muhammad Walidin
Opini oleh Muhammad Walidin
Ayam goreng Al-Baik - Kuliner populer Arab Saudi 
Ayam goreng Al-Baik - Kuliner populer Arab Saudi  © CC BY-SA

Bila sedang melakukan perjalanan ibadah haji atau umrah, tak ada salahnya mencoba berbagai kekayaan kuliner Arab Saudi. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Al-Baik Fried Chicken atau ayam goreng Al-Baik – kuliner populer Arab Saudi.

Saat penerbangan kami tiba di Madinah di penghujung 2017, kami segera mengunjungi Masjid Nabawi untuk berjumpa dengan tetirah sang kekasih Allah Taala. Saking sibuknya dengan ritual ibadah, saya sampai terlupa untuk merealisasikan niat yang sudah tersimpan sejak di tanah air, yaitu mencoba kuliner ternikmat di Arab Saudi: Al-Baik Fried Chicken.

Ya, sebelum berangkat menunaikan ibadah umrah, seorang rekan sudah mewanti-wanti agar mencicipi ayam goreng al-Baik ini. Menurutnya, resep kuliner ini dicuri dari dapur surgawi. Jadi, kalau tidak sempat mencicipi al-Baik fried chicken, alamat akan menjadi orang-orang yang merugi.

Berlebihan memang sih, iklannya. Tapi yang benar adalah sang pemilik (asli Arab) menyempatkan diri ke Perancis untuk mempelajari teknologi pangan. Walhasil, ia sukses meracik 16 bumbu rahasia yang membuat ayam goreng al-Baik ini selalu digandrungi jamaah haji dan umrah.

Menuju restoren al-Baik fried chicken di Madinah

Selepas Isyak, saya mengajak istri dan keponakan untuk pergi ke restoran ini. Menurut Google Map, tempat yang kami tuju adalah sebuah pertokoan di arah pintu 37 di dekat pemakaman Baqi’. Kami segera keluar dari kompleks Masjid Nabawi. Sebagai penanda jalan, kami melewati hotel Jilnar dan Hotel Suraya Thaba. Sebuah pertokoan dengan salah satu papan nama al-Baik Fried Chicken tampak di depan kami.

Memasuki pertokoan, sedikit kami celingukan mencari restoran Al-Baik Fried Chicken. Dengan bahasa Inggris patah bengkok, saya bertanya kepada penjaga seorang penjaga toko. Setelah saya bertanya, ia malah balik bertanya, “for family or personal?” Saya mendadak bingung ditanya demikian. Bukankah restoran itu sifatnya untuk umum? Melihat saya yang kebingungan, sang penjaga menjawab sendiri pertanyaannya. “family section is on level two and personal section is on level three.”

Setelah mengucapkan terima kasih, kami segera menuju lantai 2 karena kami termasuk kategori family. Kami mencari tempat. Bentuk tempatnya seperti kamar-kamar warnet tahun 90-an. Ada yang untuk keluarga kecil dan ada juga untuk rombongan dalam skala besar. Sampai di sini saya baru faham dengan pertanyaan penjaga toko tadi. Ternyata di sini dipisahkan antara yang sudah berkeluarga dengan yang masih jomblo. Adapun motifnya saya masih belum tahu. Apakah agar para jomblo bisa saling lirik atau bagaimana (he he).

Nikmatnya rasa ayam goreng al-Baik 

Segera saya memesan 4 porsi hot and spicy al-Baik Fried Chicken dengan pertimbangan kami berempat. Setelah barang didapat, saya terkesima. Ternyata 1 porsi saja cukup untuk kami berempat. 1 porsi berisi 4 potong ayam berukuran besar. Kentang goreng, dan roti bun.

Lantas gimana nasib 3 porsi lainnya? Kami berusaha untuk menyantap 2 porsi. 2 porsi sisanya kami keep untuk dibagikan kepada cleaning service pada saat kami pulang melintas Masjid Nabawi.

Belum puas terkejut dengan porsi jumbonya, kami kembali dikejutkan lagi dengan rasanya. Subhanallah, betul apa yang dikatakan oleh rekan saya. Rasanya hanya bisa ditandingi oleh koki dari dapur surga. 16 bumbu rahasia itu meresap sekali ke dalam daging, bahkan ke tulang. Apalagi bila dicocol dengan garlic sauce, membuat daging ayam terasa lebih gurih.

Temukan al-Baik Fried Chicken di berbagai kota

Karena banyaknya peminat Al-Baik Fried Chicken, restoran ini telah membuka cabang di kota-kota Saudi Arabia bahkan juga di Amerika Serikat, India, dan Mesir. Pada tahun 2018 lalu, sempat tersiar berita bahwa restoran ayam goreng al-Baik akan dibuka di Indonesia.

Sayangnya, hingga kini berita tersebut belum tampak di mal-mal Indonesia. Semoga cepat terlaksana, ya!