Azan pangggilan kemenangan

Salat 10 Feb 2021 Umri
Opini oleh Umri
Azan pangggilan kemenangan
Azan pangggilan kemenangan (foto: Interior kubah Masjid Istiqlal, Jakarta) © Artitwpd | Dreamstime.com

Panggilan azan bukan hal yang asing di Indonesia dan dunia. Azan berarti panggilan untuk melaksanakan salat. Menurut penelitian, suara azan tidak pernah berhenti di dunia ini selama 24 jam. Jika berhenti suara azan di satu masjid, akan ada azan di masjid lain.

Bila berhenti azan di satu daerah, akan terdengar suara azan di daerah lain. Jika selesai di satu negara akan ada suara azan di negara lain. Terus berputar sepanjang hari, dunia ini selalu ada suara azan. Subhanallah kuasa Allah SWT tentang kemuliaan azan.

Azan pangggilan kemenangan

Sejarah mencatat bahwa azan disyariatkan pada tahun pertama hijriyah di kota Madinah. Sementara salat disyariatkan di kota Makkah. Ini artinya salat lebih dahulu disyariatkan daripada azan, ada masa kaum muslimin melaksanakan salat tanpa dimulai dengan azan.

Orang yang pertama kali mengumandangkan azan ialah sahabat Nabi Muhammad SAW, Bilal bin Rabah r.a. Ia merupakan orang yang pertama-tama memeluk agama Islam, ia merasakan siksaan Quraisy di awal datangnya agama yang suci ini. Bilal merupakan muazin sepanjang hidup Baginda.

“Hayya ‘alal Falaah”

Artinya: ‘Mari kita menuju kemenangan’. Azan bukan panggilan biasa, azan adalah panggilan kemenangan. Potongan lafal azan di atas mengajak orang untuk menang, mari menuju kemenangan.

Ini berhubungan dengan salat yang didirikan secara berjamaah. Orang salat akan mendapatkan banyak kemenangan apalagi salat yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Dengan demikian, ketika muazin menyerukan ‘Hayya ‘alal Falaah’ maka sesungguhnya ia mengajak manusia ke Surga. Karena kemenangan sesungguhnya ialah masuk ke dalam Surga dan selamat dari Neraka.

“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) salat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.”

(Quran surah Al-Maidah, ayat 58)

Memeluk Islam karena mendengar suara azan

Menurut al-Biqai: Azan terdiri dari 19 kalimat. Setiap kalimat berfungsi menghalangi penyambut azan itu terhadap satu dari sembilan penyiksa di Neraka, yang diinformasikan dalam Al-Quran, surah Al-Muddatsir ayat 29.

Betapa banyak kisah non muslim yang memeluk Islam hanya karena tersentuh mendengar suara azan. Sementara sebagai seorang yang sudah terlahir sebagai muslim, biasa saja ketika mendengar azan.

Ini sangat menyedihkan, betapapun azan yang diperdengarkan lima kali sehari melalui masjid, musala, handphone, televisi, radio tidak membuat hati menjadi tersentuh.

Azan panggilan kemenangan bagi mereka yang bergegas menuju masjid dan musala ketika terdengar suara azan. Saat di jalan hendaklah berhenti ketika mendengar suara azan dan mampir ke masjid terdekat untuk melaksanakan salat.

Saat rapat di kantor atau sedang ada keluarga sementara azan sudah berkumandang, maka hendaklah berhenti dan bergegas menuju sumber azan untuk melaksanakan salat berjamaah.  Supaya mendapatkan banyak kemenangan dari Allah SWT.