Bagaikan bintang!

Filsafat Sanak
Sanak
Bagaikan bintang!
Bagaikan bintang! © Denis Belitskiy | Dreamstime.com

Nabi Muhammad SAW sering membuat permisalan-permisalan yang memudahkan para sahabat untuk memahami  apa yang beliau sampaikan. Salah satunya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Bagaikan bintang

Dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ary, dia berkata, ”Kami telah selesai salat maghrib bersama Rasulullah SAW kemudian kami (para sahabat) berkata, ‘Seandainya kita duduk sampai kita salat isya (berjamaah) bersama beliau.’”

Abu Musa melanjutkan, “Lalu kamipun duduk (setelah salat maghrib). Kamudian Nabi keluar menemui kami dan bersabda, ‘Kalian senantiasa di sini?’”

Kami menjawab, ”Wahai Rasulullah, kami telah salat (maghrib) bersamamu, kemudian kami mengatakan bahwa kami akan duduk sampai kami bisa salat isya bersamamu.”

Nabi bersabda, ”Kalian berbuat baik atau berbuat benar.”

Berkata Abu Musa, ”Kemudian Nabi mengangkat kepala beliau ke arah langit dan memang Nabi sering mengangkat kepala beliau ke arah langit.”

Kemudian Nabi bersabda:

“Bintang-bintang adalah pengaman langit. Jika bintang-bintang telah pergi (hilang), maka datanglah kepada langit perkaranya, dan aku (Nabi) adalah pengaman bagi para sahabatku, jika aku telah pergi (wafat), maka datanglah kepada para sahabatku apa yang telah dijanjikan. Dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku, jika para sahabatku pergi (wafat), datanglah kepada umatku apa yang telah dijanjikan (perpecahan).”

Kedudukan sahabat

Dari hadis di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sahabat Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang tinggi, seperti kedudukan Nabi bagi para sahabat beliau.

Para sahabat Rasulullah SAW adalah pengaman yang menjaga umat islam dari pemahaman sesat dan menyesatkan. Salah satu diantaranya adalah kelompok Khawarij, yang mengkafirkan dan memerangi sahabat.

Laksana bintang, para sahabat bagaikan penerang yang menerangi di tengah kegelapan syahwat dan subhat. Syahwat adalah keinginan untuk melanggar syariat, sedangkan subhat  adalah kerancuan dalam memahami agama.

Ketika kita mendapati keyakinan atau amalan yang tidak pernah dikerjakan sahabat Nabi Muhammad SAW, sepatutnyalah kita meninggalkannya.

Bintang menghilang

Dari kaca mata sains, hadis Rasulullah SAW ini memberikan sedikit gambaran tentang keteraturan alam semesta. Maksud bintang ‘pergi’ ialah meredupnya sinar bintang. Sedangkan makna ‘perkaranya’ adalah sesuatu yang mengancam langit, seperti tersingkap, terpecah, terbuka, dan perubahan langit menjadi tidak terkendali.

Menurut ahli astronomi, bintang memiliki massa yang besar dengan suhu sangat tinggi dari hasil reaksi fusi. Dalam siklus kehidupannya, bintang melewati beberapa fase, dari mulai lahir, muda, hingga tua.

Di akhir evolusinya, bintang meledak atau mengembang kemudian meredup sedikit demi sedikit hingga mati. Selanjutnya kembali menjadi kabut langit dan memasuki siklus kelahiran bintang baru.

Bintang-bintang menguasai seluruh planet, planetoid, satelit, komet, dan segala bentuk materi yang ada di dalam orbitnya. Sistem bintang saling mengikat satu sama lain oleh gaya gravitasi dan terhimpun dalam satu unit-unit kosmik yang lebih besar.

Apabila ikatan-ikatan gaya gravitasi terlepas, maka bintang-bintang akan berjatuhan dan mengancam kehidupan di alam semesta. Sampai di sini kita mengetahui kebenaran hadis yang menjadi bukti tak terbantahkan akan kenabian Muhammad SAW.