Bagaimana mengidolakan seseorang selain Nabi Muhammad SAW

Pendidikan Merry Lestari
Terbaru
Bagaimana mengidolakan seseorang selain Nabi Muhammad SAW
Bagaimana mengidolakan seseorang selain Nabi Muhammad SAW © Kitti Kahotong | Dreamstime.com

Maraknya idola-idola yang tengah booming pada saat ini membuat hampir sebagian besar dari kaum muda yang begitu mengidolakannya. Bahkan tak jarang pula di antaranya adalah kaum muslim, dan yang diidolakan tersebut adalah orang non-muslim.

Nabi Muhammad SAW figur serta tauladan terbaik

Ketika kita mengidolakan seseorang atau sesuatu maka sudah pasti kita sangat mencintai bahkan mengikuti apa yang dilakukannya. Maka berbahaya jika saja kita salah dalam memilih idola, sebab itu akan mempengaruhi perilaku, cara hidup dan pemikiran kita.

Dalam Islam, Allah Taala telah memberikan kita Nabi Muhammad SAW sebagai figur serta tauladan terbaik. Rasulullah adalah figur yang patut kita contoh baik diamnya, perkataannya maupun perbuatannya.

Lalu bagaimana jika di antara kita masih ada yang mengidolakan seorang selain rasulullah SAW?

Dikumpulkan dengan orang yang diidolakan kelak?

Melihat kepada fenomena yang tengah marak terjadi pada saat ini, di mana banyak orang terutama kaum muda muslim yang mengidolakan orang-orang dari kalangan non-muslim, bahkan ada beberapa yang sampai tergila-gila dengan idolanya tersebut.

Dalam Islam kita boleh saja merasa kagum terhadap seseorang. Tapi jangan sampai kelewat batas atau sampai tergila-gila. Islam memberikan rambu-rambu terkait pengidolaan sesuatu.

Bisa saja seorang Muslim menjadi penggemar artis tertentu, namun tidak sampai terobsesi. Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, riwayat Muslim disebutkan oleh Anas bin Malik r.a:

“Pernah seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW, lalu dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?’ Rasulullah menjawab, ‘Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat?’ Orang tersebut menjawab, ‘Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai.’ Anas berkata, ‘Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda Nabi Muhammad SAW, ‘Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka’.”

Mengidolakan sesuatu adalah naluri manusia, dan akan lebih baik jika idola tersebut adalah Nabi Muhammad SAW.

Mencintai Rasulullah SAW sebagai suri teladan

Sebagaimana hal tersebut telah Allah SWT jelaskan di dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh.”

(Al-Ahzab, 33:21)

Sehingga sahabat Anas Bin Malik Radhiyallahu anhu mengidolakan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam:

“Senantiasa Anas radhiyallahu ‘anhu jika meriwayatkan hadis ini, beliau berdoa: “Wahai Allah, sesungguhnya kami mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu.”

(Hadis riwayat Ahmad)

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.