Bagaimana salat cegah perbuatan keji dan munkar

Jiwa Bayu RI 11-Agu-2020
Salat bisa mencegah perbuatan keji © Hupeng | Dreamstime.com

Perbuatan keji merupakan perbuatan buruk dan tercela yang disukai oleh nafsu. Sementara itu munkar adalah perbuatan yang selain disukai oleh nafsu, ia juga diingkari oleh akal dan tidak sesuai dengan fitrah manusia.

Dalam al-Quran disebutkan bahwa salat adalah satu-satunya ibadah yang dinyatakan Allah SWT dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar. Di dalam al-Quran, surah al-Ankabut, ayat 45: “Sesungguhnya salat itu dapat mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.”

Rasulullah SAW juga bersabda: “Salat tidaklah bermanfaat kecuali salat tersebut membuat seseorang menjadi taat.” (Hadis riwayat Ahmad)

Namun pertanyaaannya adalah salat yang bagaimana yang mampu mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar? Dalam al-Quran, Allah SWT menjanjikan bahwa orang yang salat akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar itu adalah mereka yang mengerjakannya dengan istikamah, tepat waktu dan dilakukan dengan sesempurna mungkin.

Kesempurnaan salat dapat dilihat dalam tiga hal. Pertama, ikhlas karena Allah SWT. Kedua, dalam melaksanakannya sesuai petunjuk Rasulullah SAW. Ketiga, senantiasa ingat akan Allah dan rasa takut akan  azab Allah yang amat pedih.

Abdullah Ibn Amr r.a mengisahkan Rasulullah SAW saat akan naik ke mimbar dan bersabda: “Aku bersumpah…, aku bersumpah!”, lalu beliau turun dari mimbar dan bersabda, “sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang menjaga salat lima waktu dan menjauhi dosa-dosa besar bahwa dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dia sukai.”

Sedemikian pentingnya salat dalam menjauhi manusia dari dosa-dosa besar, sampai Rasulullah SAW memberikan garansinya dengan memasuki pintu surga dari mana saja kita suka. Sebagai ibadah utama dalam Islam, seyogyanya lah kita menempatkan salat sebagai kebutuhan dalam kehidupan kita.

Ketika salat dijadikan sebagai kebutuhan, maka dalam mengerjakannya akan terasa ringan, karena pada hakikatnya kitalah yang membutuhkan salat, bukan sebaliknya. Ibadah salat yang dikerjakan akan berpengaruh kepada ibadah yang lainnya. Apabila nilai salat seorang Muslim berkualitas, dapat dipastikan amalan lainnya juga mengikuti nilai salatnya.

Mari kita jaga salat lima waktu yang telah  Rasulullah SAW syariatkan kepada umat Islam melaksanakannya. Jadikan ia prioritas dalam kehidupan. Karena orang yang meninggalkan salat akan mendapatkan hukuman dan kemurkaan Allah SWT. Dia juga akan mendapatkan kehinaan dunia dan akhirat.

Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan salat. Para sahabat dan ulama bahkan bersepakat, meninggalkan salat karena mengingkarinya sebagai kewajiban mengakibatkan seorang Muslim menjadi kafir. Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan salat.

Di akhirat, bagi orang yang meninggalkan salat akan  ditempatkan ditempat bernama Ghayya, sungai di Jahannam. Tempat ini merupakan bagian neraka paling bawah. Ini bukanlah tempat kaum Muslim, melainkan tempat orang orang yang ingkar dan gemar bermaksiat. Na’udzubillahi min dzalik.