Bekalan kaum milenial pada zaman ini

Keluarga Tholhah Nuhin 01-Okt-2020
dreamstime_s_145645629
Bekalan kaum milenial pada zaman ini © Eptian Savero Fitrahnsa | Dreamstime.com

Kaum milenial (millennials) ini lahir antara tahun 1980-2000. Juga disebut sebagai Generasi Y. Mereka ini sebenarnya sama dengan para pemuda atau remaja yang berusia antara tuju belas (17) sampai tiga puluh (30) tahun.

Dalam bahasa Arab disebut “fataa” atau “fityah” dalam bentuk jama’. Juga bisa disebut “syaabbun” atau “syabaab” dalam bentuk jama’.

Bekalan kaum milenial pada zaman ini

Hal ini bisa kita lihat dalam ayat al-Quran, Surat Al-Kahfi. Allah SWT berfirman:

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”

(Surah al-Kahfi, 18:13)

Dan juga bisa kita lihat dalam Hadis Nabawiah kaitan dengna tujuh golongan yang mendapat naungan Allah SWT pada hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabada:

“ ….pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah…”

(Muttafaqun ‘alaih)

Hanya saja kaum milenial ini lahir di era teknologi yang berkembang sangat dahsyat. Orang-orang yang lahir di era ini memiliki sifat dan watak yang berbeda dari orang-orang dari generasi sebelumnya. Lahir di era teknologi yang terus berinovasi dan serba instan, para generasi milenial kadang dicap sebagai generasi instan dan kaum skeptis.

Namun, dari sisi positifnya mereka generasi yang memiki rasa percaya diri, optimistis, ekspresif, bebas, dan menyukai tantangan tercermin dari generasi ini. Terbuka terhadap hal-hal baru dan selalu ingin tampil beda dari yang lain.

Mereka benar-benar menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Menyukai suasana kerja yang santai dan mampu mengerjakan beberapa hal secara bersamaan (multitasking). Mereka termasuk peduli terhadap gaya (style) dan cepat beradaptasi dengan teknologi. Sayangnya, generasi ini gampang bosan dan loyalitasnya dalam urusan pekerjaan terbilang kurang.

Bekalan keimanan, ilmu pengetahuan dan amal kebaikan

Hidup dalam era perkembangan teknologi yang luar biasa, kaum milenial muslim tentunya harus bisa menggunakan semua sarana yang serba canggih ini, untuk manfaat dan maslahat bagi dirinya, keluarganya, masyarakat dan bangsa.

Karena mereka juga bertanggungjawab atas karunia yang diberikan Allah SWT kepadanya. Bekalan yang paling utama dalam kehidupan kaum milenial muslim adalah kekokohan keimanan dan ibadah kepada Allah.

Itulah karakter yang dimiliki para pemuda Ashhabul Kahfi (pemilik Gua) dan karakter pemuda yang masuk dalam tujuh golongan yang mendapat naungan Allah SWT nanti di Akhirat.

Percuma teknologi yang dikuasai tampa ada manfaat dalam kehidupan. Rasa percaya diri dan optimistis dalam kehidupan tidak akan melahirkan kebaikan tanpa adanya keimanan. Biarlah sifat-sifat keunikan yang mereka miliki, tapi harus dikemas dalam bingkai keimanan dan ibadah.

Maka keimanan, ilmu pengetahuan dan amal kebaikan merupakan bekalan yang harus dimiliki oleh kaum milenial dari umat ini.