Belajar dari lebah – tanda kebesaran Allah Taala

Lingkungan Hidup Sanak
Sanak
dreamstime_s_161630573
o 161630573 © Aleksandr Rybalko | Dreamstime.com

Lebah termasuk salah satu hewan yang disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Quran. Bahkan An-Nahl, tepatnya surah ke-16 adalah surah yang dinamai dari serangga ini dalam bahasa Arab.

Tentu hal ini menunjukkan indikasi keistimewaan tersendiri yang harusnya bisa kita dipelajari.

Belajar dari lebah

Allah Taala berfirman:

“Dan, Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

(Quran surah An-Nahl, ayat 68 – 69)

Keluarga lebah

Lebah hidup dalam satu keluarga besar yang disebut koloni. Dalam koloni tersebut terdapat seekor ratu lebah, beberapa ratus lebah jantan, dan ribuan lebah pekerja. Ketiganya memiliki peranan dan tugas masing-masing.

Ratu lebah adalah pimpinan koloni. Tugas utamanya menghasilkan telur untuk berkembang biak. Ratu lebah dikawini lebah jantan dan dapat bertelur hingga dua ribu butir per harinya. Lebah jantan hanya dapat kawin satu kali seumur hidupnya, kemudian mati.

Lain halnya dengan lebah pekerja, mereka berasal dari sel telur yang ovariumnya tidak berkembang secara sempurna sehingga tidak dapat menjadi ratu lebah ataupun lebah jantan.

Lebah pekerja bertanggung jawab terhadap kesejahteraan koloni, termasuk melindungi koloni dari serangan musuh. Merekalah yang disebutkan Allah dalam di awal ayat di atas.

Sarang lebah

Sarang lebah digunakan dalam urutan tertentu. Keseluruhan bagian dipenuhi dengan madu. Bagian tengah diisi serbuk sari, bagian bawah membentuk bilik larva, sedangkan paling bawah adalah ruang ratu lebah.

Lebah membuat sarang dengan bentuk heksagonal atau segi enam. Setelah diteliti, bentuk ini dianggap paling efektif dibandingkan geometri lain karena dapat menyimpan madu dalam jumlah maksimal, sedangkan material pembuatnya paling minimal. Ahli matematika pun takjub melihatnya.

Penghasil madu

Lebah menghasilkan madu yang menyehatkan. Pernyataan yang sudah ada di dalam Al-Quran ini diamini oleh para ilmuwan. Karena madu lebah tersusun dari beberapa molekul gula serta sejumlah mineral yang baik bagi tubuh manusia.

Fakta ilmiah manfaat madu lebah telah disepakati ketika Konferensi Apikultur Sedunia yang diselenggarakan di Tiongkok pada tanggal 20-26 September 1993. Dalam konferensi tersebut didiskusikan alternatif pengobatan menggunakan ramuan dari madu.

Banyaknya keunikan, keistemawaan, dan keajaiban lebah merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, Sang Pencipta. Seyogyanyalah dengan membaca ayat-ayat tersebut, akan lebih meningkatkan keimanan bagi orang-orang yang mau berpikir.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.