Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Beli buku, investasi ilmu

Pendidikan 03 Feb 2021
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Beli buku, investasi ilmu
Beli buku, investasi ilmu © BAMBANG SUTIYOSO | Dreamstime.com

‘Beli buku, investasi ilmu’ – Setiap manusia membutuhkan ilmu untuk mendapatkan tuntutan yang benar, maka penting sekali ilmu. Namun, tidak semua orang bisa paham manfaat ilmu bagi kehidupan.

Sehingga seringkali melupakan kedudukan orang-orang yang berilmu, dan kurang memperhatikan hal-hal yang mendukung dan menambah ilmu salah satunya buku. Buku merupakan kunci untuk menambah wawasan, ilmu dan mendapatkan sesuatu yang belum kita temui dari orang lain.

Beli buku, investasi ilmu

Maka dari itu, berinvestasi dengan ilmu melalui buku. Mengapa bisa diistilahkan dengan investasi? Ilmu bukan hanya perihal keuntungan yang berkaitan dengan materi, tetapi lebih dari itu ilmu bisa mengubah pandangan hidup kita.

Namun, di era millenieal saat ini buku cetak sudah dinomorduakan karena ada yang lebih dilirik saat ini, yaitu digital. Semua akses bisa didapatkan lewat digital termasuk bahan bacaan. Maka peminat buku cetak sudah berkurang padahal manfaat buku tersebut banyak sekali.

Dengan buku banyak manfaat yang kita dapatkan, di antaranya:

Pertama: Investasi masa depan

Investasi bukan hanya perihal materi dan uang tetapi salah satunya ilmu lalu bagaimana caranya yakni dengan membeli buku. Ilmu memang tidak bisa kita beli, akan tetapi dengan membeli buku minimal menjadi wasilah untuk mendapatkan ilmu.

Sejatinya seseorang yang sedang membaca ia sedang membeli pengalaman orang lain. Sepanjang hidup manusia tidak bisa melewati seribu pengalaman yang menjadi pelajaran, maka sebagai bentuk pelajaran berharga tentu bisa melalui orang lain yaitu dengan membeli kisah pengalaman orang, hidup dan pelajaran berharga.

Umat muslim tidak akan tahu apa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya tanpa kita membaca riwayatnya dari sebuah buku. Begitu pula dengan manusia, atau para motivator yang handal bisa mendapatkan pengalaman berharga dengan membaca kisah orang lain.

Maka inilah investasi ilmu melalui wasilah buku, tidak akan rugi jika setiap bulannya menyisihkan harta kita untuk membeli buku lalu dibaca dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua: Buku sebagai solusi

Investasi buku memang tidak semuanya bisa kita pelajari sekaligus namun dengan memiliki buku paling tidak bisa dibaca dan dipahami secara bertahap.

Hidup seringkali dihadapkan pada masalah, maka dengan membaca buku yang tepat maka akan menemukan solusi. Dunia ini begitu luas, setiap orang punya permasalahan yang berbeda-beda.

Tetapi bisa ditemukan solusi dari masalah yang sama dari orang-orang terdahulu melalui tulisan-tulisan mereka. Maka dari itu, membeli buki berarti menemukan solusi.

Ketiga: Menambah wawasan  dan hiburan

Ya, tepat sekali buku adalah jendela dunia, semua orang punya pengalaman berbeda-beda dan waktu juga rezeki yang berbeda.

Jika kita belum mendapat kesempatan berangkat haji dan berjalan di sekitar Mesir atau Madinah maka tentu yang dilakukan dengan mencari informasi tentang kota tersebut melalui buku sehingga menambah wawasan kita juga hiburan suasana yang baru.

Seorang penulis menyusun kata dengan indah menceritakan pengalaman dengan lugas sehingga para pembaca menjadi terhibur dan mendapatkan wawasan dari tulisan tersebut.

Hal ini bahwa membeli buku sebagai hiburan seseorang, siapa bilang membaca buku itu membosankan. Justru dengan buku, kita mendapat hiburan mengetahui sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Imam Ghazali memiliki buku dengan tulisan ia sendiri, hal ini bukan semata-mata ia dapatkan dengan menulis hal yang tidak bermanfaat. Melainkan karya yang ditulisnya juga hasil dari belajar yang sungguh-sungguh dan membaca dengan baik lewat buku-buku.

Oleh karena itu, jadilah bagian dari pejuang yang merawat ilmu melalui memelihara buku dan mengapresiasi para ilmuwan dengan membeli buku.