Berani berbicara berani berbuat

Kesejahteraan Mental 28 Jan 2021 Tholhah Nuhin
Opini oleh Tholhah Nuhin
Berani berbicara berani berbuat
Berani berbicara berani berbuat © Vichaya Kiatyingangsulee | Dreamstime

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak menjadi orang yang banyak bicara tetapi sedikit beramal (berbuat). Karena sikap seperti ini, banyak bicara sedikit berbuat sangat dibenci oleh Allah SWT.

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

(Quran surah ash-Shaf, ayat 2-3)

Berani berbicara berani berbuat

Ayat ini diturunkan Allah SWT, ketika ada sekelompok orang meminta kepada Rasulullah SAW agar diberitahukan tentang amal perbuatan yang paling dicintai Allah. Kemudian Allah menurunkan ayat yang berisi tentang perintah untuk berjihad.

Namun, kenyataannya mereka yang menawarkan diri akan melakukan amal perbuatan yang paling afdhal, justru tidak mau berangkat untuk berjuang membela agama Allah SWT.

Mereka enggan berjuang dan banyak beralasan untuk lari dari jihad. Padahal mereka sendiri yang meminta untuk ditunjukkan amal yang paling baik. Namun tidak mau mengerjakannya. Sehingga hal itu sangat dibenci oleh Allah SWT dan tentu hal itu adalah benar-benar suatu keburukan.

Orang Islam dituntut agar setiap kata yang diucapkan dari bibirnya sesuai dengan perbuatannya. Tidaklah patut seorang muslim hanya pandai bicara tapi tidak mau beramal.

Lebih tidak patut lagi jika seseorang hanya bisa menyuruh tapi tidak bisa memberi contoh. Banyak orang merasa bahwa lebih tinggi kedudukannya sehingga dia lebih senang menyuruh dari pada memberi contoh.

Jika kita bercermin kepada pribadi Rasulullah SAW, maka kita akan menemukan pada diri Baginda sebuah teladan yang sangat sempurna. Setiap kali Rasulullah memerintahkan suatu amal atau ibadah, maka Bagindalah yang memulai pekerjaan tersebut.

Selaras antara ucapan dan perbuatan

Rasulullah SAW selalu berbuat terlebih dahulu sebelum memerintahkan sahabat-sahabatnya. Baginda selalu memberi contoh sebelum sahabatnya melakukan pekerjaan tersebut. Sehingga tidak ada suatu amal apapun yang dikerjakan para sahabat kecuali hal itu telah dicontohkan oleh Baginda.

Pernah pada suatu saat, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat untuk mencukur rambut dan diteruskan memotong kambing setelah melakukan ibadah melempar jumrah di Mina.

Namun para sahabat tidak kunjung melakukan perintah tersebut. Hingga Rasulullah SAW nampak agak kurang senang, karena perintahnya tidak segera dilaksanakan oleh para sahabatnya.

Kemudian ada salah satu istri Rasul mengusulkan agar Baginda memberi contoh terlebih dahulu sebelum sahabat. Kemudian Baginda menuruti usulan tersebut, lalu mencukur rambut dan memotong kambing.

Segera setelah itu, para sahabat menirukan apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Dari kejadian tersebut, maka kita harus membuktikan segala ucapan kita dengan perbuatan yang nyata.

Jangan sampai kita hanya bisa bicara tapi tidak bisa berbuat. Janganlah kita seperti sebuah pepatah yang mengatakan ‘Tong kosong nyaring bunyinya’. Di mana orang yang banyak bicara, pandai berdebat dan senang ngrumpi itu biasanya tidak bisa berbuat banyak.

Mereka hanya pandai bicara namun sedikit berbuat. Seorang muslim harus selaras antara ucapan dan perbuatannya. Jika dia berani berbicara maka dia harus juga berani berbuat.