Berbohong demi kebaikan, bolehkah?

Islam untuk Pemula Merry Lestari
Merry Lestari
Berbohong demi kebaikan, bolehkah?
Berbohong demi kebaikan, bolehkah? © Ahmad Muhlis | Dreamstime.com

Dalam kehidupan sehari-hari berbohong seolah tak dapat lepas dari diri kita. Bahkan terkadang kita mengatakan berbohong demi kebaikan. Istilah ‘berbohong demi kebaikan’ sudah tak asing lagi kita dengar di tengah masyrakat, seolah kita membenarkan suatu kebohongan yang mengatasnamakan kebaikan.

Namun bagaimana pandangan Islam mengenai kebohongan demi kebaikan? Akankah dalam Islam kebohongan demi suatu kebaikan juga dibenarkan?

Hukum berbohong dalam Islam

Dalam ajaran Islam, berbohong merupakan suatu perbuatan yang tak terpuji. Karena ketika seseorang berbohong, maka saat itu sama saja artinya dengan ia telah mendustai dirinya sendiri. Sehingga menjadikan orang yang sering berbohong atau berdusta akan berperilaku yang buruk karena tidak mau mengungkapkan kebenaran.

Berbohong atau dusta adalah ketika mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau mengurangi dan melebih-lebihkannya. Dusta umumnya dilakukan karena ingin mendapatkan keuntungan pribadi dengan menipu orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah ada akhlak yang lebih dibenci oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada dusta.”

(Shahih, lihat Silsilah ash-Shahihah 2052)

Hadis tersebut di atas menunjukkan betapa perilaku dusta atau bohong sangat tidak terpuji sehingga Rasullah SAW pun begitu membenci perilaku tersebut. Selain itu, perilaku dusta juga merupakan salah satu perilaku orang munafik dan juga dibenci oleh Allah Taala.

Orang yang sering berbohong, dalam Islam dijuluki ‘Kadzdzab’ serta akan menjerumuskannya ke dalam keburukan. Bahkan Allah SWT pun telah memberi ancaman pada orang-orang yang gemar berdusta. Sebagaimana yang tertuang dalam surah Al-Jatsiyah ayat 7, yang berbunyi:

“Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa.”

Larangan bagi umat muslim melakukan suatu kebohongan atau berdusta bukanlah tanpa landasan dan hanya sekedar larangan belaka. Islam melarang umat muslim berdusta karena dusta dapat menyebabkan berbagai akibat buruk bagi pelakunya.

Orang yang sering berbohong dapat membawanya kepada pintu neraka yang membara, selain itu sering berbohong juga akan menyebabkan pelakunya mendapatkan rezeki yang tidak berkah, serta membawanya pada kemunafikan dan ketidakmampuannya dalam melewati suatu ujian.

Berbohong demi kebaikan, bolehkah?

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam penjelasan sebelumnya bahwa bperilaku bohong atau dusta dalam Islam adalah perilaku yang sangat tidak terpuji dan bahkan dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, karena bohong atau dusta dapat menimbulkan berbagai keburukan bagi pelakunya.

Lalu bagaimana dengan berbohong demi kebaikan sebagaimana yang biasa kita dengar di tengah masyarakat pada saat ini. Seperti contoh:

‘Orang yang berbohong kepada anak kecil perihal orang tuanya yang telah meninggal, dengan tujuan agar sang anak tidak merasa sedih dan kehilangan dan merusak masa kecilnya,’ atau

‘Seorang ibu yang berbohong kepada anaknya ketika dilanda kesusahan, dengan tujuan agar sang anak tidak ikut terbebani dengan maslah yang ada tersebut.’

Beberapa contoh kasus tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagian orang turut membenarkan keadaan ‘berbohong demi kebaikan tersebut’.

Berbohong, dalam agama Islam hukumnya adalah haram jika menimbulkan kerugian bagi banyak orang. Namun, apabila berbohong untuk hal yang mendatangkan perdamaian adalah diperbolehkan.

Atau bahkan bisa saja wajib berbohong jika untuk membela nyawa seseorang yang dianiaya menjadi dianjurkan. Sebab itulah, dalam konteks mendamaikan dua golongan yang sedang berselisih boerbohong menjadi diperbolehkan.

Memperbaiki hubungan sesama manusia dianjurkan Allah Taala

Dalam sebuah sabda Rasulullah SAW juga telah disebutkan sebagai berikut:

“Bukan berdusta orang yang menyampaikan berita bohong untuk mengadakan perdamaian di antara dua golongan.”

Tentunya keterangan tersebut tidak bersebrangan dengan ajaran dalam Al-Qur’an. Semisal disebutkan dalam surat Al-Anfal bahwa memperbaiki hubungan sesama manusia adalah perihal yang dianjurkan oleh Allah Taala.

Jika jalan keluarnya hanya bisa dengan memanipulasi keadaaan (berbohong), maka berbohong yang seperti itulah yang diperbolehkan oleh agama. Tersurat dalam Quran, surah Al-Anfal, ayat 1:

“Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu.”

Berdasarkan penjelasan dan keterangan di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kategori ‘berbohong demi kebaikan’ yang diperbolehkan dalam Islam hanyalah kebohongan yang tujuannya untuk mendamaikan dua kelompok yang berselisih. Dan sudah tidak ada cara lain untuk mendamaikannya kecuali dengan berbohong sebagai satu-satunya cara yang tersisa.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.