Berhati-hati dengan hasad berbahaya

Kehidupan Roni Haldi Alimi 10-Nov-2020
dreamstime_s_180282061
Berhati-hati dengan hasad berbahaya © Heru Anggara | Dreamstime.com

Mungkinkah hasad mendengki menggoncang rumah Nabi? Bukan mustahil, sebab manusia miliki potensi dirasuki jahatnya hasad. Tak terkecuali keturunannya nabi. Tak peduli walau seayah lagi serumah.

Dalam Jami’ul ‘Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab al-Hanbali berkata, ‘Hasad tertanam di tabiat manusia, yaitu namanya manusia benci jika ada seorangpun—yang sejenis dengannya (yakni sesama manusia)—yang mengunggulinya dalam suatu keutamaan’.

Iblis membisik jiwa yang gelap mata

Berawal dari porsi sayang lebih banyak kepada Yusuf a.s, menggantang asap bencilah memupuk. Dus, terjadilah: dengki berujung hati disebabkan jahatnya hasad merasuki. Sombong dan angkuh mulai bertaji saat diri dirasa tinggi.

Sampai Nabi Yusuf a.s dan ayah mereka sendiri berani divonis keliru. Sepuluh alasan disertai pengakuan diri bermuara makar jahat untuk saudara sendiri.

“(Yaitu) ketika mereka berkata: Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.”

(Surah Yusuf, 12:8)

Pada saat sepuluh hati penuh benci diselimuti dengki bersua, iblis durjana membisik jiwa yang gelap mata. Sepuluh anak nabi, seayah lagi serumah, dikumpul-pertemukan sebab sama rasa dan sepenanggungan hati, mengambil iblis sebagai mentor dalam mufakat jahat.

Berhati-hati dengan hasad berbahaya

Mufakat jahat bersimpuh hasil walau busuknya di kemudian hari tercium kembali. Hasad diri tak sanggup disembunyikan walaupun sepuluh hujah diyakinkan.

“Ayahnya berkata: Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

(Surah Yusuf, 12:5)

Hasad itu penyakit jiwa, bukan kebutuhannya. Kebutuhan jiwa adalah sakinah, ketenangan. Ciri pengidap kelainan jiwa adalah dirinya tak kunjung tenang selalu dililit dihimpit gelisah. Gelisah jiwa sebab diri dikuasai penyakit hasad.

Kata Imam Ibnu Taimiyah di dalam Majmuu’ al-Fataawaa(10/125-126):

“Sesungguhnya hasad adalah penyakit jiwa, dan ia adalah penyakit  yang menguasai, tidak ada  yang selamat darinya kecuali hanya segelintir orang.”

Karenanya dikatakan tidak ada jasad yang selamat dari hasad, yang ada hanyalah orang yang tercela menampakkannya dan orang yang mulia menyembunyikannya. Berhati-hatilah dengan hasad yang berbahaya.