Berkah di balik curah hujan, jangan lupa berdoa!

Lingkungan Hidup 01 Mar 2021 Merry Lestari
Merry Lestari
Berkah di balik curah hujan, jangan lupa berdoa!
Berkah di balik curah hujan, jangan lupa berdoa! © Oleg Doroshenko | Dreamstime.com

Saat memasuki musim hujan, Terkadang kita sering kali mengeluh ketika hujan turun dalam waktu yang lama atau terjadi terus-menerus. Meskipun memang saat turun hujan semua aktivitas kadang terhambat, namun perlu diketahui bahwa ada keberkahan yang Allah Taala berikan di balik turunnya hujan.

Dalam Islam, hujan merupakan karunia dan hikmah luar biasa dari Allah SWT. Sehingga umat Islam dianjurkan untuk melafalkan doa dan berzikir saat hujan turun.

Berkah di balik curah hujan, dasar hukum dan anjuran berdoa

Ungkapan perihal berkah di balik turunnya hujan juga telah tertulis di dalam al-Quran. Ungkapan bahwa hujan adalah berkah, dalam al-Quran terdapat pada ayat yang berbunyi:

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.”

(Quran surah Qaaf, ayat 9)

Dari ayat tersebut di atas, kita mengetahui bahwa Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmatnya sesuai dengan kebutuhan seluruh makhluk-Nya.

Selain itu keberkahan di balik curah hujan juga telah dijelaskan. Dalam hadis riwayat Hakim, Rasulullah SAW dan para sahabat selalu menyambut hujan dengan sukacita.

Ketika hujan turun juga menjadi salah satu momen dikabulkannya doa.

Allah Taala telah menurunkan hujan sebagai rahmat

Tentu saja Allah Taala telah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat yang diperlukan oleh seluruh makhluk. Dengan mengirim hujanlah, Allah menyuburkan tanaman-tanaman yang dibutuhkan manusia dan semua mahkluk yang hidup di bumi. Menumbuhkan pepohonan dan buah-buahan serta biji-bijian tanaman yang dibutuhkan manusia.

Sewaktu menurunkan hujan, pastinya Allah Maha Adil. Di mana pun manusia berada, akan mendapat gilirannya untuk diturunkan hujan. Akan tetapi, manusia justru tidak sedikit yang mengingkarinya.

Karena pengingkaran yang dilakukan manusia dan tidak mengambil pelajaran dari nikmat yang telah Allah SWT berikan. Maka Allah kemudian menegurnya dengan cara menurunkan hujan dengan curah tinggi hingga menyebabkan banjir agar manusia intropeksi diri untuk terus mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya.

Yang dimaksud keberkahan di sini adalah turunnya hujan, lebih banyak melahirkan kebaikan (manfaat), daripada mudaratnya (keburukan). Sehingga hadirnya musibah dan banjir, seharusnya membuat kita berintrospeksi diri.

Karena banyaknya tangan-tangan jahil manusialah yang telah memporakporandakan alam dan ekosistem sehingga menjadi tidak serasi.