Berkunjung ke kota Syiraz

Timur Tengah Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Berkunjung ke kota Syiraz
Berkunjung ke kota Syiraz (foto: reruntuhan Istana Persepolis di Syiraz) © Hoang Bao Nguyen | Dreamstime.com

Kota Syiraz berjarak 931 km ke arah selatan dari Teheran, Iran. Perjalanan bisa ditempuh dalam 10 jam melalui jalan darat Persian Highway. Keberadaannya yang tak jauh dari Teluk Persia membuat Syiraz memiliki bentang alam yang lengkap.

Ia memiliki pantai yang panjang dan perbukitan yang subur. Oleh karena itu, cuaca di sini sangat moderat dan cocok sebagai pusat pertanian Iran.

Berkunjung ke kota Syiraz

Kota Syiraz merupakan salah satu kota tua dan bersejarah di Iran. Kota ini menghamparkan banyak peninggalan budaya dan objek wisata, seperti masjid-masjid agung, istana, taman, bendungan, Benteng Karim Khan, Grand Bazar, Pusara Hafez dan Shah Ceragh.

Selain itu, terdapat industri tradisional pembuatan karpet yang terkenal di seluruh dunia. Mari kita kulik beberapa tempat yang indah untuk dikunjungi.

Masjid Nasrul Muluk

Masjid Nasrul Muluk merupakan peninggalan Dinasti Zand yang pernah berkuasa di Persia (1750-1794 Masehi). Dinasti ini menjadikan Syiraz sebagai ibukota hingga ditaklukkan oleh Dinasti Qajar.

Pembangunan masjid terus dilakukan oleh Mirza Hasan Ali Nasril al-Mulk, penguasa Dinasti Qajar dan dibuka untuk umum pada tahun 1888 Masehi. Arsiteknya adalah Mohammad Hasan e-Memar, Mohammad Hosseini Shirazi, dan Mohammad Reza Kashi Saz-e-Sirazi.

Siapakah yang tidak berdecak kagum dengan masjid ini. Mengadopsi khas arsitektur Persia yang berkubah tinggi, lengkung penuh dekorasi yang disokong pilar-pilar. Serta warna warni ubin dan mozaik kaca baik untuk eskterior maupun interior, taman yang luas, menjadikan masjid ini sangat istimewa.

Masjid ini juga terkenal sebagai ‘Masjid Pink’ karena banyak penggunaan keramik berwarna merah muda. Bila berkunjung pada waktu pagi, pengunjung akan merasakan sensasi sinar merah muda yang menerobos melewati mozaik kaca bertabur bunga. Sinar pink itu bersidekap dengan hamparan karpet Persia yang juga luar biasa indahnya.

Taman Eram

Taman Eram merupakan taman botani sekaligus histori dari abad ke-18 dengan vegetasi terbanyak pohon cedar dan cemara. Pohon-pohon ini sudah sangat tua dan tinggi.

Di samping itu, banyak juga vegetasi lain yang didatangkan dari seluruh dunia. Waktu yang tepat untuk datang ke sini adalah musim semi karena bunga akan bermekaran sangat indah.

Luasnya mencapai 3000 hektar, lebih kecil dari Kebun Raya Bogor. Di dalamnya terdapat istana berlantai dua  berarsitektur Persia yang menghadap kolam biru persegi yang cantik.  Kecantikan taman Eram ternyata berasal dari tangan arsitek yang juga membangun Masjid Nasirul Mulk. Taman ini masuk dalam situs warisan dunia UNESCO.

Istana Persepolis

Mengunjungi Persepolis juga adalah agenda wajib bila ke Syiraz. Kompleks raksasa ini terdiri dari reruntuhan istana, pemakaman, dan pusat pemerintahan Archemeide (5 Masehi).

Kompleks ini  dibangun oleh Cyrius yang agung dan dilanjutkan oleh kaisar Darius dan keturunannya untuk merayakan pesta, terutama tahun baru Nowruz; tahun baru Persia.

Istana ini terletak di bukit batu dan menghadap ke daratan yang luas. Walaupun saat berkunjung kita hanya menemui reruntuhannya saja karena telah dihancurkan oleh Alexander yang Agung, namun pilar dan relief-reliefnya cukup memberikan gambaran tentang gagahnya istana ini.

Menurut sejarah, para utusan bangsa-bangsa taklukan dari India, Afghanistan, Asia Tengah, Syiria, Arab, Turki, Afrika datang ke istana ini pada peringatan tahun baru Nowruz. Mereka membawa berbagai upeti untuk raja.

Prosesi ini tergambar dalam relief-releif yang detil di di dinding istana. Relief juga menampilkan tradisi para raja dalam bertarung melawan singa. Mari datang ke Shiraz, anda akan tersihir dengan keindahannya yang autentik.