Bermasyarakat tanpa Ghibah

Kesejahteraan Mental 22 Mar 2021 Merry Lestari
Merry Lestari
Bermasyarakat tanpa Ghibah
Bermasyarakat tanpa Ghibah © Airdone | Dreamstime.com

Manusia merupakan makhluk sosial yang tak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain. Karena itulah, manusia perlu bermasyarakat di lingkungannya untuk tetap dapat saling berkomunikasi dan saling membantu dengan sesama dalam kelangsungan hidup.

Sebagai makhluk sosial, sudah sewajarnya seorang manusia berkumpul dan berinteraksi dengan manusia lain di sekitarnya. Namun, sering kali manusia tersebut terlena saking asiknya menngobrol dengan temannya.

Ia justru membicarakan keburukan-keburukan orang lain yang tanpa disadari menjadi sebuah kebiasaan, yaitu bergosip atau membicarakan orang lain atau yang disebut ghibah di dalam Islam.

Bermasyarakat tanpa Ghibah

Ghibah merupakan kebiasaan dengan cara membicarakan keburukan orang lain atau menggunjing perbuatan orang lain. Ghibah adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan termasuk dalam perbuatan yang memiliki dosa besar. Meskipun begitu, banyak manusia yang tidak menyadari hal tersebut, bahkan menganggap ghibah menjadi suatu kebiasaan.

Menggunjing orang lain memang suatu hal yang sulit dihindari, namun hal tersebut tetap haram terutama jika dilakukan dengan secara sengaja. Keharaman melakukan ghibah disebutkan secara langsung dalam al-Quran, surah al-Hujurat ayat 12:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Dalam hidup bermasyarakat setiap orang akan menghadapi manusia dengan berbagai watak serta perilaku yang berbeda-beda. Selain itu, untuk dapat menjadi menjadi bagian dari masyarakat yang baik, maka manusia hendaknya berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya.

Membimbing mereka kepada jalan kebaikan dan kemaslahatan serta mencegah mereka dari hal-hal yang membahayakan, ataupun dari berbagai perilaku tercela seperti ghibah.

Membentuk hubungan bermasyarakat yang harmonis

Seringkali perilaku ghibah kita dapatkan dari sebuah pergaulan yang kita ikuti dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan merupakan salah satu hal yang dapat membawa dampak serta pengaruh besar pada kehidupan sehari-hari seseorang.

Sehingga perilaku-perilaku yang tercela seperti ghibah tersebut tanpa kita sadari kita dapat ketika kita bergaul dengan orang-orang yang suka bergosip atau ghibah. Maka dari itu, umat muslim harus memperhatikan lingkungan tempat mereka bergaul agar dapat terhindar dari pergaulan yang buruk.

Selain itu seseorang dapat ghibah karena dirinya tidak bisa menjaga lidah dan mulutnya untuk berkata sesuatu yang baik. Ketika tahu apa yang akan dibicarakan merupakan hal yang buruk, lebih baik tidak usah dikatakan, supaya terhindar dari bahaya lisan ketika tengah berkumpul atau bermasyarakat.

Hal berikutnya yang tak aklah penting untuk diingat bagi umat muslim untuk menciptakan sebuah hubungan bermasyarakat tanpa harus ghibah adalah dengan menyadari bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah Taala. Karena keburukan yang didapat tidak hanya pada orang yang menjadi bahan pembicaraan melainkan juga pada si pelaku ghibah itu sendiri.

Dengan demikian, umat muslim dapat membentuk sebuah hubungan bermasyarakat yang sehat dan harmonis tanpa adanya unsur ghibah dalam sebuah pergaulan masyarakatnya.