Bersedekahlah, engkau akan kaya

Jiwa Bayu RI 25-Sep-2020
dreamstime_s_178904728
Bersedekahlah, engkau akan kaya © Евгений Вершинин | Dreamstime.com

Bersedekah bisa membuat seeseorang menjadi kaya? Mungkin banyak orang yang ragu dengan statemen tersebut. Karena menurut logika manusia, ketika kita mensedekahkan harta kita kepada orang miskin misalnya, maka tentu harta kita akan berkurang jumlahnya. Semakin sering kita bersedekah maka semakin lama harta akan semakin berkurang. Lalu, jika demikian apakah kita akan mengatakan bahwa bersedekah bisa menyebabkan kemiskinan?

Logika langit dari Rabb Yang Maha Kaya datang untuk menghilangkan keraguan yang menyelimuti logika manusia yang sempit. Rasulullah SAW bahkan bersabda, “Harta itu tidak akan berkurang jika disedekahkan.” (Hadis riwayat Muslim). Baginda juga menegaskan dalam sebuah hadis qudsi: “Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Aku akan berinfak pula kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sedekah dapat menjaga harta benda dari marabahaya, kehancuran dan kerusakan. Sedekah mendatangkan berkah serta merupakan salah satu sebab Allah SWT memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki sebaik-baiknya”. (Quran surah Saba’, ayat 39)

Menafkahkan (bersedekah) kepada orang-orang yang membutuhkan dari karib kerabat, tetangga, orang miskin, anak yatim atau yang lainnya tidak akan membuat harta kita berkurang. Karena janji Allah SWT akan melapangkan rezeki bagi siapa saja yang gemar berinfak atau bersedekah. Oleh sebab itu kita tidak pernah mendengar ada seseorang yang jatuh miskin karena gemar bersedekah.

Ada kisah menarik yang terjadi pada  Bunda ‘Aisyah r.a. Suatu hari ada seorang miskin yang meminta makanan kepadanya, saat itu ‘Aisyah sedang berpuasa dan dirumahnya tidak memiliki sesuatupun kecuali sepotong roti kering. Maka ‘Aisyah berkata pada pembantunya. “Berikanlah roti ini kepadanya.”

Pembantu tadi berkata, “Dengan apa Anda akan berbuka puasa?” ‘Aisyah r.a pun berkata, “Sudahlah, berikan saja kepadanya.” Kemudian pembantu tersebut memberikannya kepada seorang miskin tadi. Ketika sore harinya, ada satu keluarga mendatangi rumah ‘Aisyah dan menghadiahkan (yang sebelumnya tidak pernah memberi hadiah) daging kambing yang dibungkus dengan roti. Lalu ‘Aisyah memanggil pembantunya, “Makanlah ini, roti ini lebih baik dari rotimu.”

Harus diakui, sedekah merupakan hal yang berat bagi jiwa. Sebab, jiwa memiliki naluri untuk mencintai harta dan kenikmatan-kenikmatan hidup. Dijadikan indah pada manusia kecintaan dari harta benda dan pernak-pernik kehidupan dunia. Andai manusia tidak menyadari bahwa kehidupan dunia bersifat fana dan sementara, maka ia akan menumpuk dan terus menumpuk kekayaan dan harta. Ibarat meminum air laut, semakin diminum semakin haus karena tidak mampu melepas dahaga.

Namun dengan kesadaran bahwa harta yang kita miliki adalah titipan dari Allah ta’ala, maka dari situ timbullah semangat untuk berbagi. Dibanyak ayat dalam al-Quran Allah mengabadikan fadilah orang-orang yang gemar bersedekah, ganjaran pahala dari Allah SWT, dan melimpahnya rezeki dengan bersedekah serta mendatangkan ampunan Allah terhadap berbagai kesalahan dan dosa.

Ditengah kondisi ekonomi negeri ini yang semakin sulit, ditambah dengan pandemi virus corona yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Banyak masyarakat sudah merasakan dampaknya. Kesulitan dalam berusaha, kehilangan mata pencaharian dan berbagai macam efek yang dirasakan akibat kondisi yang melanda Indonesia saat ini.

Maka mari bangkit bersama, yang memiliki kelebihan rezeki janganlah menunda untuk bersedekah. Sungguh, Allah SWT murka jika kita tidur dalam perut kenyang sementara tetangga kita tidur dalam perut kosong dan kelaparan.

Tidak perlu kita meragukan janji Allah SWT tentang keajaiban bersedekah dalam menyuburkan harta kekayaan manusia. Dengan keimanan yang penuh, janji Allah itu pasti. Maka, mari tunaikan hak orang lain yang tersimpan dalam harta yang kita miliki.