Bersyukur dan jangan pernah lupa

Masyarakat Komiruddin
Pilihan oleh Komiruddin
Bersyukur dan jangan pernah lupa
Bersyukur dan jangan pernah lupa © Odua | Dreamstime.com

Kehidupan ini selalu berputar bak roda pedati. Kadang di atas, kadang di bawah dan kadang di tengah. Tidak ada yang dapat memastikan kita selalu berada di atas atau berada di bawah.

Mereka yang dulu kita lihat di bawah, kenyataannya saat ini berada di atas. Sebaliknya, mereka yang dulu di atas, kenyataannya saat ini berada di bawah.

Andil mereka dalam keberhasilan kita

Saat kita berada di atas, jangan lupa, bahwa banyak yang ikut andil dalam keberhasilan kita. Ada orang tua, adik, kakak, saudara, kerabat dan handai tolan juga komunitas yang kita berada di tengahnya.

Mereka ini sedikit banyak memberikan saham atas keberhasilan kita dengan segala bentuknya. Saham inilah yang tidak boleh kita lupakan, walaupun bisa jadi di saat ini tidak kita senangi.

Ketika Nabi Muhammad SAW akan memasuki kota Mekah sekembalinya dari Thaif, Baginda tidak langsung masuk ke Mekah. Tapi Baginda menemui Muth’am bin ‘Adi untuk meminta perlindungan atau jaminan.

Muth’am bin Adi pun mengabulkan permintaan Rasulullah SAW dan mengumumkan bahwa Baginda di bawah perlindungannya dan jaminan keamanannya, Sehingga kaum kafir Quraisy tidak berani menggangu Baginda.

Bersyukur dan jangan pernah lupa

Jasa ini selalu dikenang Nabi Muhammad SAW. Sehingga ketika kaum kafir Quraisy dapat dikalahkan pada perang Badar dan sebagian mereka menjadi tawanan, Rasulullah bersabda sebagai mana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud:

“Andai saja Muth’im bin Adi masih hidup, lalu dia berbicara kepadaku tentang para tawanan itu, niscaya aku serahkan mereka kepada dia.”

Maksudnya, andai saja Muth’im bin ‘Adi masih hidup, para tawanan perang itu akan beliau bebaskan bila Al-Muth’im bin Adi memintanya.

Ketika Hatib bin Abi Balta’ah akan membocorkan rahasia keberangkatan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Mekah, sebagian sahabat sangat marah atas kejadian tersebut. Tapi Baginda memaafkan kesalahan fatal tersebut karena mengingat jasa-jasa beliau pada Perang Badar.

Di sinilah kita bisa memahami ayat-ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah yang banyak mengingatkan nikmat Allah Taala atas Bani Israil. Agar mereka bersyukur dan mau mengikuti Nabi Musa a.s yang telah berjasa kepada mereka sehingga terbebas dari kejahatan Firaun.

Begitulah hendaknya kita bersikap. Jangan pernah melupakan sekecil apapun jasa orang lain terhadap kita. Sebab bisa jadi, kalau bukan karenanya (tentu setelah taufiq dari Allah SWT), kita tidak akan sampai menduduki posisi seperti sekarang.