Bertekad dan kesabaran – setiap kesulitan selalu ada kemudahan

dreamstime_s_193760755
Bertekad dan kesabaran - setiap kesulitan selalu ada kemudahan © Crazy Media | Dreamstime.com

Ketahuilah bahwa setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah bergadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kemudahan. Setiap yang hilang pasti akan ketemu.

Dalam kesesatan pasti ada petunjuk. Dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan ada kemudahan. Secercah ungkapan positif penuh harapan untuk hidup yang terbaik.

Masalah dan keinginan

Manusia hidup berada dalam dua kategori besar, yakni masalah dan keinginan. Perjuangan mereka untuk menyelesaikan masalah atau perjuangan untuk menggapai impian. Tidak ada satupun yang mudah namun semua akan berlalu.

Bersamaan kesulitan selalu ada kemudahan, sifat positive thinking (Husnudzon) yang harus ditanamkan dalam hati. Sebesar apapun masalah yang dihadapi semua akan berakhir dengan kemenangan.

Ketika anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa di balik itu terdapat kebun yang rimbun penuh hujau dedaunan. Saat melihat tali yang merenggang kencang, pahamilah bahwa tali itu akan putus. Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berujung dengan rasa aman, kegelisahan akan berubah menjadi kedamaian.

Pertolongan Allah SWT selalu berpihak kepada mereka yang membutuhkan. Api tidak bisa membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s, lautan yang luas tidak bisa menenggelamkan Nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Ketika Rasulullah SAW berada di dalam gua bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a bersembunyi dari kejaran kaum kafir. Baginda mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa Allah Yang Maha tunggal dan Maha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga rasa aman, nyaman dan tentram pun datang menyelimuti Abu Bakar.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

(Al-Quran surah al-Insyirah/ash-Sharh 94, ayat 5-6)

Setiap kesulitan akan berlalu, kelapangan menanti siapa yang berusaha

Perjalanan kisah baginda Nabi Muhammad SAW tidaklah mudah. Kisah hidup anda barangkali lebih mudah berbanding dengan kisah Rasulullah. Contoh kongkrit langsung pada pribadi Nabi Muhammad. Baginda datang sendiri, ditantang, dianiaya.

Sampai-sampai Baginda dan keluarga diboikot oleh kaum musyrikin di Makkah. Tidak boleh jual-beli, tidak boleh pula berbicara dengan Baginda dan keluarga selama satu tahun disusul tahun kedua dan ketiga.

Hingga pada akhirnya, kelapangan itu datang dan jalan keluar yang selama ini didambakan. Setiap kesulitan akan berlalu selama yang bersangkutan bertekad maju untuk menyelesaikannya.

Banyak yang berkeluh kesah susah dan sulitnya hidup di zaman corona virus atau disebut juga COVID-19, terlebih lagi ini wabah bukan hanya di Indonesia namun di seluruh dunia.

Wabah penyakit ini sangat panjang kurang lebih sudah lapan bulan berlalu, banyak ekonomi yang terhenti, para pekerja di PHK, dunia pendidikan sekolah dihentikan, pebisnis travel terhenti total, dan semua aspek lainnya terkena imbas. Ini tidak mudah untuk Indonesia, namun sifat positif harus selalu ditumbuhkan.

Kesabaran itu lebih memberikan kenyamanan dari pada kesedihan, semua yang terjadi dalam hidup atas izin dari Allah SWT. Bertekad yang kuat untuk menyelesaikan masalah dan impian. Berusaha semaksimal mungkin niscaya semua yang sulit akan menemukan cahaya kemudahan yang Allah janjikan.