Berwisata ke Kepulauan Farasan di Arab Saudi

Lingkungan Hidup 14 Mar 2021 Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Berwisata ke Kepulauan Farasan di Arab Saudi
Berwisata ke Kepulauan Farasan di Arab Saudi © Felix Friebe | Dreamstime.com

Provinsi Jizan, Arab Saudi menawarkan paket pariwisata yang lengkap. Provinsi ini memiliki pegunungan yang hijau, pantai yang bersih, hingga Kepulauan Farasan.

Di sini, terdapat gugusan pulau seluas 1.050 kmdengan pola kehidupan bahari masyarakatnya yang unik bila dibandingkan dengan kehidupan di kota.  Transportasi antapulau rerata menggunakan perahu atau kapal.

Tentu saja hidup berdekatan dengan alam, karang gumarang, hutan, biota laut, dan situs arkeologi yang bernilai merupakan anugerah bagi 20.000 penduduk yang mendiami kepulauan ini.

karena keunikannya, Kerajaan Arab Saudi  sedang medaftarkan kepulauan ini ke UNESCO sebagai cagar alam pertama dalam Program Manusia dan Biospher. Ayo kita ke sini…

Apa yang ditawarkan Kepulauan Farasan?

Pemerintah Arab Saudi memiliki perhatian serius untuk membangun gugusan pulau ini. kepulauan ini memiliki sekitar 200 pulau, baik besar maupun kecil. Beberapa pulau kecil seperti Pulau Sajid, Zufaf, Salwa, Damask, Kira, Qomh, Syiddah, dan Dusk sudah menjadi spot wisata pilihan.

Namun, Pulau Farasan adalah yang terluas. Pulau ini memiliki luas 686 km2 dengan panjang 66 km. Di pulau ini, banyak ditemukan benda-benda arkeologi sehingga menjadi situs yang dilindungi.

Baik pemerintah maupun pihak swasta telah membangun banyak apartemen, hotel dan resort, restoran, pasar souvenir, dan berbagai fasilitas lainnya. Saat ini, gugusan pulau ini adalah tempat wisata terpopuler.

Banyak wisatawan yang datang ke sini untuk menikmati keindahan laut, vegetasi yang hijau (pohon, bunga, dan taman), berenang di air yang bening, atau juga melakukan aktivitas memancing.  Bila anda pemancing sejati, datanglah ke sini saat festival memancing al-Harid. Dijamin anda tidak ingin beranjak pulang.

Di samping itu, menikmati gugusan pulau dengan hutan-hutan mini dapat dinikmati dengan perahu (boat) yang didisain untuk wisatawan. Di samping kehijauan, kita akan menikmati berbagai spesies burung pemilik pulau ataupun yang sekedar singgah untuk mencari makan di sini.

Menuju Pulau Farasan

Untuk menuju pulau Farasan, kita bisa bertolak dari Riyadh atau kota lainnya dengan pesawat menuju bandara regional Jizan atau bandara Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Perjalanan darat bisa juga ditempuh sejauh 11 jam menuju tepi Laut Merah di Barat Daya Riyadh.

Setelah sampai di Jizan, fasilitas penyeberangan berupa kapal feri sudah disiapkan secara gratis. Perjalanan laut ini akan menempuh 40 km dari pelabuhan Jizah.

Agar cuma-cuma, tiket ini perlu dipesan di website resmi Kementerian Transportasi. Setiap hari, kapal feri melayani dua kali pelayaran.  Namun bila ombak berbahaya, pelayaran bisa saja ditunda sampai situasi memungkinkan.

Sejarah Kepulauan Farasan

Beberapa calon wisatawan bertanya tentang negara pemilik kepulauan Farasan, apakah Mesir atau Arab Saudi? Bahkan mereka bertanya apakah betul di sana ada pangkalan militer Mesir?

Pulau ini memang pernah masuk dalam kekuasaan Romawi berdasarkan prasasti latin bertahun 144 Masehi yang ditemukan di sana. Pada abad ke-1 Masehi, gugusan pulau ini bernama Portus Ferresanus.

Diyakini bahwa gugusan pulau ini dahulu masuk dalam wilayah Yaman (Selatan Arab Saudi) sebelum dipindahkan ke Aegyptus (Mesir) sebelum tahun 144 Masehi.  Perang dunia II juga meninggalkan jejak di sini. Sebuah depot batu bara milik Jerman juga masih menjadi jejak sejarah kepulauan Farasan.

Tak disangkal, kepualau Farasan memiliki keindahan historis masa lampau sekaligus eksotisme kehidupan laut masa kini yang layak dinikmati.