Berwisata ke Mada’in Saleh

Lingkungan Hidup 19 Des 2020 Muhammad Walidin
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Berwisata ke Mada'in Saleh
Berwisata ke Mada'in Saleh © Amelie Koch | Dreamstime.com

Mada’in Saleh, merupakan situs arkeologi pertama yang di Arab Saudi yang diakui sebagai bagian dari warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2008. Terdapat 131 monumen makam batu dengan relief yang detail dari zaman Nabatea di kawasan sekitar 4000 hektar ini.

Awalnya, situs ini disebut Al-Hijr (bahasa Arab) atau Hegra (bahasa Yunani). Penamaan Hegra ini berlangsung hingga abad ke 14/1336 Masehi. Setelah seorang pelancong dari Andalusia meninjau tempat ini, ia memberinya nama Mada’in Saleh.

Berwisata ke Mada’in Saleh

Mada’in Saleh berjarak 25 km  di utara kota  Al-`Ula; Provinsi Madinah di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Situs ini didominasi oleh peninggalan Kerajaan Nabatea dari abad ke-1 Masehi. Situs ini mirip dengan Petra di Jordania.

Hal ini terjawab karena Mada’in Saleh merupakan kota kedua terbesar setelah Petra sebagai ibukota dari kerajaan Nabatean. Petra berada sekitar 500 km di utara (saat ini masuk wilayah Jordania), sementara Hegra atau Mada’in Saleh terletak di selatan (berada di wilayah Arab Saudi).

Bedanya, arsitektur Hegra lebih sederhana, sementara Petra lebih rumit. Kedua kota ini diukir oleh penduduknya yang dikenal sebagai ahli dalam bidang seni pahat dan perdagangan.

Kawasan ini sangat layak dikunjungi karena keindahan reliefnya. Ia terletak di antara gugusan batu berpasir dengan bentuk yang mengesankan. Adapun gugusan batu tersebut memiliki warna yang beragam; merah, kuning, hingga putih. Bukit batu ini dipahat menjadi bentuk-bentuk rumah. Arsitektur Hegra ini nampaknya tergambar dalam arstitektur zaman Romawi dan Yunani kuno.

Situs ini terdiri dari empat bangunan inti. Bangunan pertama diberi nama Qasr al-Bint; istana yang diperuntukkan bagi putri-putri raja. Bangunan ini merupakan bangunan terbesar dan tertinggi hingga mencapai 16 meter.

Bangunan kedua disebut sebagai Al-Diwan. Sebuah batu besar dan tinggi setinggi 8 meter yang bagian tengahnya dilubangi segi empat. Tempat ini digunakan untuk upacara keagamaan dan tempat berkumpul bagi masyarakat setempat waktu itu.

Bangunan ketiga disebut al-Farid. Situs ini berupa bukit tinggi yang tidak terlalu besar dipahat seperti rumah. Bentuknya paling bagus dan letaknya menyendiri.  Oleh karena itu, situs ini paling menarik dan fotogenik dibanding situs lain.

Mada’in Saleh bakal menjadi wisata favorit Arab Saudi

Tak heran bila ia menjadi icon dari Mada’in Saleh. Sementara situs terakhir adalah area C. Sebuah batu yang bentuknya tidak terlalu besar dengan dua kuburan di dalamnya. Seperti bangunan lain, batu ini pada bagian depannya dipahat menyerupai rumah.

Tidak banyak pengunjung muslim yang datang ke sini mengingat Nabi Muhammad dalam perjalanannya menuju wilayah Tabuk pernah melewati kawasan ini. Dan Nabi memerintahkan para sahabat untuk mempercepat langkah sambil berusaha menangis.

Ibnu Umar r.a menceritakan, ketika Nabi Muhammad SAW melewati daerah Hajar, Baginda bersabda:

“Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang yang dzalim, kecuali sambil menangis. Karena apa yang menimpa mereka bisa menimpa kalian. Lalu Nabi Muhammad menutup kepalanya dengan kain selendang, dan mempercepat perjalanannya, hingga berhasil melewati daerah itu.”

(Hadis riwayat Ahmad dan Bukhari)

Tentu saja minimnya pengunjung ke situs ini membuat pemerintah Arab Saudi memikirkan alternatif lainnya. Pemerintah membangun infrastruktur seperti jalan yang mulus hingga membangun hotel di sekitar Mada’in Saleh serta aktif mempromosikan destinasi satu ini kepada wisatawan non-muslim.

Pemerintah Arab Saudi ingin Mada’in Saleh menjadi wisata favorit menyusul saudaranya kota Petra; kota cadas merah mawar, di Jordania. Dan kota Petra menghasilkan laba 65 triuliun pertahun bagi Jordania.