Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Berwisata museum di Jeddah

Timur Tengah 06 Des 2020
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Berwisata museum di Jeddah
Berwisata museum di Jeddah © Rahul Dsilva | Dreamstime.com

Mengunjungi sebuah kota akan lebih lengkap bila kita datang ke museum. Kunjungan ini untuk melengkapi pengetahuan historis kita tentang kota yang didatangi. Kita bisa saja melihat keindahan terkini sebuah kota dengan mata kepala sendiri.

Akan tetapi, masa lalu kota itu hanya akan kita dapati di museumnya.

Berwisata museum di Jeddah

Jeddah dikenal dengan sebutan ‘Kota Pengantin Laut Merah’. Ketika anda sedang berada di Jeddah, jangan lupa pula untuk mengunjungi beberapa museum pentingnya. Tiga museum terpilih akan kita bahaskan pada kesempatan ini.

Namun, ada beberapa yang bisa disebut seperti Al-Tayebat International City, Abdul Raouf Khalil , Municipal House Museum, Darat Shafeya Bizarg, Jeddah of Our Bliss Magad Museum, Hafiz gallery, Jameel House of Traditional Arts, Arbab al-Heraf Coffee and Art, serta Al-Maha Arts.

Museum Al-Tayebat

Museum Al-Tayebat yang terletak di distrik al-Faisaliyah ini menawarkan pengetahuan sejarah kota Jeddah dan Jazirah Arab selama kurun waktu 2500 tahun. Bangunan museum ini menampilkan kembali arsitektur tradisional Hijazi dengan jendela-jendela model teluk yang dihiasi kisi-kisi kayu yang rumit dan hiasan batu koral.

Di lantai pertama museum ini akan ditemui berbagai informasi tentang kebangkitan Islam awal. Mulai dari perjalanan Rasulullah SAW, Kakbah, prosesi Haji, lalu beranjak ke kontribusi Islam selama berabad-abad untuk perkembangan sains, industri, dan budaya.

Di ruang lain, dipamerkan pula seni yang indah, naskah kuno, tembikar, senjata tua, koin, dan peta yang merinci penyebaran Islam di seluruh dunia. Pada bagian lain, informasi tentang kehidupan Arab pra-Islam juga dibentangkan, terutama kaitannya dengan kota Jeddah.

Kota ini diyakini telah ada sejak 115 Sebelum Masehi. Sejarah perjalanan orang-orang Arab telah meletakkan kota Jeddah dalam posisi yang penting dalam kontribusinya bagi perdagangan di Arab. Bukti-bukti berupa artefak yang berasal dari suku-suku nelayan awal yang mendiami daerah tersebut menunjukkan peran Jeddah sebagai kota perdagangan.

Museum ini benar-benar mewakili pertumbuhan Arab Saudi. Dimulai dari kehidupan primitif jutaan tahun lampau, kehidupan Badwi, pembentukan Kerajaan Arab Saudi yang merupakan reunifikasi dari empat kerajaan (Nejed, Hijaz, ‘Asir, dan al-Ahsa), hingga penyebaran Islam ke seluruh dunia.

Museum Abdul Raouf Khalil

Museum Abdul Raouf Khalil terletak jalan Raihanat al-Jazerah, Jeddah.  Ia mempertunjukkan warisan dari Arab Saudi, warisan Islam, warisan sejarah internasional, dan warisan publik.

Pengunjung dapat melihat perjalanalan Jeddah di masa lalu lewat ukiran kayu yang mendominasi sebagian arsitektur kota, terutama di bagian jendela dan pintu. Beberapa artefak sejarah yang tak ternilai karena berasal dari jutaan tahun yang lalu juga dapat dilihat di museum ini.

Arbab al-Heraf Coffee and Art

Museum ini lebih tepat bila disebut dengan tempat berkumpulnya para seniman dan dan penikmat seni. Di sini mereka bisa berbagi ide tentang passion masing-masing di bidang seni. Walaupun tempatnya tidak terlalu luas, di dalamnya terdapat berbagai ekspresi seni, mulai dari menyanyi, lukisan, dan benda antik.

Pemilik tempat ini bernama Abdullah al-Hudhaif. Sejak kecil ia memang senang sekali mengoleksi lukisan dan barang antik. Pada usianya yang ke 16 tahun, rumahnya telah dipenuhi oleh berbagai benda seni.

Setelah menamatkan magister di bidang administrasi bisnis global di Australia, ia mulai membangun kafe yang terletak di wilayah Jeddah lama ini. Ia bertujuan memberikan ruang kepada para seniman untuk bertumbuh bersama dalam mengembangkan seni di Arab Saudi.

Kafe ini sering menginisiasi kegiatan seni bersama, seperti membuat grafiti di jalan Jeddah, pameran lukisan, penampilan musik, dll.  Setiap Jumat, museum kafe ini banyak didatangi tamu untuk menikmati dan berdiskusi tentang seni.

Secangkir kopi akan terasa nikmat saat disesap bersama iringan musik sambil memandang ratusan lukisan dan benda seni lainnya.