Besar dan kecilnya dosa

Filsafat 15 Mar 2021 Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Besar dan kecilnya dosa
Besar dan kecilnya dosa © Lightfieldstudiosprod | Dreamstime.com

Saat kita mendengar saudara kita mengatakan: “Saya telah melakukan dosa”. Maka pertanyaannya; apakah yang dilakukan itu termasuk dosa yang mana? Dosa yang luar biasa atau dosa yang biasa-biasa saja?

Dosa-dosa yang dilakukan manusia, baik yang berkaitan dengan manusia atau yang berkaitan langsung dengan Allah SWT, ada dua bagian. Jika dilihat dari ukuran besar dan kecilnya dosa:

  • Kabaair  (Dosa-dosa besar)
  • Shagaair  (Dosa-dosa kecil)

Besar dan kecilnya dosa

Perbedaan pendapat  tentang dosa-dosa besar (Kabaair) ini sangat banyak, dan ayat serta hadis yang membahasnya pun jumlahnya berbeda-beda. Allah SWT berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

(Quran surah an-Najm, 53:32)

Pertama, hadis yang disampaikan Abi Khurairah r.a:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Jauhilah tujuh dosa yang menghancurkan. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apa saja yang dimaksud dengan tujuh dosa tersebut? Rasululllah menjawab: Mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah diharamkan oleh Allah tanpa hak, memakan riba,  memakan harta anak yatim,  melarikan diri dari medan juang ketika perang  dalam keadaan sengit, dan menuduh wanita-wanita mukmin yang baik berzina.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Kedua, hadis yang disampaikan Ibnu Mas’ud r.a:

 “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah ditanya, apakah yang dimaksud dengan dosa besar itu? Maka, Rasulullah bersabda: Kamu menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah, padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu. Kemudian Rasul ditanya lagi: Apalagi? Rasulullah menjawab: Kamu membunuh anakmu karena takut makan bersamamu. Kemudian ditanya lagi: Apalagi?’ Rasul menjawab: Kamu melakukan zina bersama istri tetanggamu.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Ketiga, Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar? Dia adalah perkataan yang keji.” Dalam riwayat lain, “Menjadi saksi atas perbuatan keji.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Keempat, dari Anas bin Malik beliau berkata:

“Rasulullah SAW menyebutkan dosa-dosa besar atau Baginda ditanya tentang dosa-dosa besar, maka Baginda bersabda: Dosa-dosa besar itu adalah menyekutukan Allah, bunuh diri, dan durhaka kepada orang tua. Lalu, Baginda bertanya: Maukah kalian kuberitahu tentang dosa terbesar? Yaitu perbuatan dusta atau sumpah palsu.”

Dosa-dosa Kabaair dan Shagaair

Mengenai dosa Kabaair, para ulama berbeda pendapat, dan  mereka mempunyai banyak pendapat tentang hal tersebut. Hadis-hadis Rasulullah SAW tentang kabaair tidak bisa dihitung karena banyaknya. Mungkin, syariat tidak menjelaskan dengan gamblang dan jelas dengan tujuan agar manusia sangat berhati-hati dengan urusan dosa.

Adapun karena Shagaair (dosa-dosa kecil) jumlahnya sangat banyak, maka sulit untuk bisa dideteksi dan ditentukan. Akan tetapi, setiap orang yang beriman hendaklah mengetahui dengan baik bahwa dosa-dosa kecil itu kelak menjadi besar karena beberapa sebab, yaitu sebagai berikut:

  • Dilakukan secara terus menerus
  • Menganggap enteng dosa kecil
  • Merasa senang setelah melakukannya, dan mencari sanjungan atas dosa tersebut
  • Menganggap ringan dikarenakan ampunan Allah Taala
  • Membeberkan perbuatan dosa dihadapan orang banyak
  • Pelakunya adalah orang berilmu yang menjadi panutan orang banyak