Buah dakwah Sayidina Abu Bakar r.a

Kepercayaan Sanak 13-Jul-2020
Makam Sayidina Abu Bakar r.a, di sebelah makam Nabi Muhammad SAW di Madinah © Hikrcn | Dreamstime.com

Sahabat sejati, itulah kedudukan Abu Bakar r.a di sisi Nabi Muhammad SAW. Sosok yang bergelar Ash-Shiddiq ini langsung beriman ketika risalah kenabian  pertama sekali diturunkan. Setelah itu, beliau tidak berpangku tangan, dakwah ini terus berjalan.

Ladang dakwah pertama adalah keluarga. Di antara para sahabat Rasul SAW, tidak ada orang yang kedua orang tua, anak-anak, dan cucu-cucunya semau beriman selain Abu Bakar r.a. Selain itu, para ulama juga menuturkan, tidak pernah diketahui ada empat orang yang saling berketurunan yang menjadi  sahabat Rasulullah kecuali keluarga Abu Bakar. Mereka adalah Abdullah bin Zubair r.a, ibunya adalah Asma binti Abu Bakar bin Abi Quhafah.

Langkah dakwah  Abu Bakar r.a selanjutnya adalah kaum Quraisy. Adalah hal yang tak mudah untuk dapat berdakwah di tengah-tengah masyarakat musyrik di zaman jahiliyah. Patung dan berhala-berhala talah melekat dalam diri dan benak orang-orang keturunan Nabi Ismail a.s ini. Abu Bakar atas izin Allah Taala diberikan keberanian dan kecerdasannya untuk menyampaikan agama yang dibawa oleh Rasululullah, sehingga membuahkan hasil dan perubahan yang besar.

Abu Bakar r.a bisa dijadikan contoh dakwah yang lemah lembut nan santun. Melalui seruannya banyak kerabat dan sahabat yang menerima dakwah dan mereka pun masuk Islam. Tercatat Utsman bin Affan r.a, al-Zubair bin Awwam r.a, Thalhah bin Ubaidillah r.a, Saad bin Abi Waqqash r.a, Abdurrahman bin Auf r.a, Utsman bin Madhun, Abu Ubaidah Ibn al-Jarrah, Abu Salamah bin Abd al-Asad dan Al-Arqam bin Abi al-Arqam, mereka semua masuk Islam karena dakwah (ajakan) dari Abu Bakar. Merekalah tiang dan pilar-pilar yang menjadi penyangga utama dan pertama perjuangan Rasulullah SAW.

Selanjutnya perjuangan ini mulai menampakkan hasil. Satu per satu orang Quraisy masuk Islam, laki-laki dan wanita, tua dan muda serta orang merdeka dan hamba sahaya. Namun, hal ini memancing kemarahan kaum jahiliah. Mereka melakukan perlawanan yang tidak menyenangkan hingga penyiksaan kepada budak yang mereka miliki.

Abu Bakar r.a yang berhati mulia tidak tega melihat budak-budak muslim yang disiksa oleh majikannya di luar batas kewajaran.  Beliau segera membeli mereka dengan harta yang dimilikinya karena Allah. Di antara yang beliau merdekakan adalah Bilal bin Abi Robah r.a dan Abu Fukaihah yang disiksa Umayyah bin Khalaf, Budak wanita Bani Muammal yang disiksa Umar bin Khattab r.a sebelum masuk Islam, Nahdiyyah dan putrinya yang disiksa tuannya, dan Zinnìroh yang disiksa oleh Abu Jahal.

Sudah sepantasnya Khalifah pertama ini memiliki kedudukan yang paling tinggi dikarenakan menerima ganjaran dari semua orang yang telah didakwahinya. Dari Abu Hurairah r.a bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperolehi pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohinya itu, sedang barangsiapa yang mengajak ke arah keburukan, maka ia memperolehi dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (Hadis riwayat Muslim)

Tidakkah kita mau mendapatkan multilevel pahala?